Prancis (ISW)

Usai Kunjungan Presiden RI ke Prancis, Saatnya Menginisiasi Indonesia-France Forum on Higher Education

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Momentum diplomatik pasca-kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Prancis dinilai menjadi saat yang paling tepat untuk memperluas cakupan kerja sama strategis. Sektor pendidikan tinggi dipandang sebagai pilar krusial yang harus segera merespons kedekatan hubungan kedua negara ini.

Langkah konkret yang mendesak untuk diwujudkan adalah pengarsitekan sebuah wadah kolaboratif yang mempertemukan institusi akademis dari kedua belah pihak. Bagi mahasiswa Indonesia, Prancis dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pengalaman di tingkat global. “Kalaupun belum bisa sampai pada jenjang pendidikan dengan gelar, maka kursus singkat atau juga kegiatan daring menjadi langkah awal,” tutur Ismail.

Gagasan mengenai pembentukan forum ini mulai disuarakan secara lantang oleh berbagai kalangan akademisi di tanah air. Salah satu dorongan datang dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang melihat peluang besar dalam pengembangan riset dan tata kelola perguruan tinggi. 

Kolaborasi global ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan mampu menyentuh akar transformasi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa diplomasi politik tingkat tinggi yang telah dilakukan oleh kepala negara harus segera ditindaklanjuti dengan diplomasi akademik yang tak kalah agresif. 

Kunjungan kepresidenan tersebut telah membuka pintu gerbang yang sangat lebar bagi penguatan kemitraan strategis. Oleh karena itu, komunitas akademik di Indonesia tidak boleh kehilangan momentum emas ini untuk mulai merintis jaringan yang lebih kokoh.

“Kunjungan Presiden RI ke Prancis harus menjadi batu pijakan utama bagi institusi pendidikan tinggi di tanah air untuk melompat lebih jauh ke panggung internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pandangannya mengenai dampak sosiopolitik dari lawatan internasional tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menyarankan agar kerja sama yang terbangun nantinya tidak hanya berpusat pada universitas-universitas besar yang terletak di Pulau Jawa semata. Ia menekankan pentingnya distribusi peluang yang merata bagi seluruh perguruan tinggi di berbagai daerah, termasuk di kawasan Indonesia Timur. Peta jalan pendidikan nasional harus mampu mengakomodasi pertumbuhan kualitas institusi secara kolektif dan komprehensif.

“Saatnya kita menginisiasi Indonesia-France Forum on Higher Education sebagai wadah untuk merumuskan agenda riset bersama, pertukaran dosen, hingga program gelar ganda yang melibatkan berbagai kampus dari kedua negara,” kata Ismail menanggapi pertemuan bilateral kedua negara (Sabtu, 30 Mei 2026).

Dalam penjelasannya, Ismail juga menguraikan bahwa model tata kelola pendidikan tinggi di Prancis yang sudah maju dapat menjadi referensi berharga bagi proses akreditasi dan standardisasi mutu di Indonesia. Internasionalisasi kampus-kampus lokal di daerah akan berjalan lebih cepat apabila didukung oleh kemitraan luar negeri yang terstruktur dengan baik. Melalui forum ini, proses transfer pengetahuan dan adopsi ekosistem digital dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terukur.

“Kita memerlukan sebuah struktur kolaborasi yang dinamis agar inovasi sains dari Prancis dapat diadopsi dan diimplementasikan secara kontekstual di wilayah-wilayah berkembang di Indonesia,” tegas Ismail menutup pernyataan langsungnya.

Terkait dengan mekanisme operasional ke depan, Ismail menyampaikan pandangannya bahwa forum bersama ini nantinya harus didukung penuh oleh kementerian terkait agar memiliki daya dukung dan dampak di tingkat nasional. Ia menilai kehadiran pemerintah sebagai fasilitator utama akan memberikan jaminan keberlanjutan bagi program-program akademik jangka panjang yang telah dirancang. 

Tanpa adanya komitmen regulasi yang jelas, inisiatif mulia ini dikhawatirkan hanya akan berhenti di atas kertas kesepahaman tanpa realisasi yang nyata. Ismail juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif dari institusi keagamaan dan perguruan tinggi swasta dalam forum tersebut akan memberikan warna baru dalam diskursus pemikiran global. 

Keberagaman latar belakang institusi dari Indonesia justru menjadi modal sosial yang kaya untuk dipadukan dengan tradisi riset sekuler yang kuat di Prancis. Perpaduan ini diyakini mampu melahirkan pendekatan-pendekatan interdisipliner baru dalam memecahkan masalah-masalah kemanusiaan sejagat, seperti perubahan iklim dan literasi keuangan inklusif.

Pada akhir keterangannya, Ismail optimis bahwa Indonesia-France Forum on Higher Education akan menjadi jembatan emas bagi percepatan kualitas dosen dan peneliti di lingkungan kampus lokal. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa maupun riset kolaboratif akan berdampak langsung pada penguatan daya saing bangsa di era global. Momentum pasca-kunjungan kepresidenan ini pun diharapkan segera bermutasi menjadi gerakan akademis yang konkret dalam beberapa bulan ke depan.

Sertifikasi (ISW)

Fokus Pada Peningkatan Kompetensi Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Rintis Kerjasama Dengan Lembaga Nasional

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Akselerasi mutu akademik dan non-akademik kini menjadi agenda prioritas yang tengah digenjot oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Perintisan kerja sama dengan lembaga nasional ini dirancang untuk membuka akses magang, sertifikasi profesi, serta pelatihan intensif bagi seluruh civitas akademika. Melalui program kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori di ruang kelas tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis yang matang sebelum memasuki dunia kerja.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja modern menuntut perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Pihak manajemen kampus menyadari bahwa ijazah saja tidak lagi cukup tanpa didampingi oleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Oleh karena itu, skema kemitraan ini disusun secara komprehensif agar langsung menyentuh kebutuhan mendasar mahasiswa di era digital.

Dalam penjelasannya mengenai arah kebijakan kampus, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan kelembagaan jangka panjang. Beliau menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan riil industri modern saat ini. Upaya ini juga diharapkan dapat menaikkan nilai akreditasi institusi melalui penguatan poin kemitraan strategis.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa kompetensi mahasiswa adalah kunci utama agar alumni kami mampu bersaing secara global di masa depan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyampaikan ke media usai memantau pelaksanaan bakti sosial dengan penyerahan hewan kurban ke masyarakat Andoolo di Kelurahan Potoro (Jumat, 29 Mei 2026). 

Beliau menambahkan bahwa investasi terbaik yang bisa diberikan kampus saat ini adalah memfasilitasi mahasiswa dengan ekosistem belajar yang terhubung langsung dengan para praktisi ahli. Sinergi ini juga menjadi pembuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi riset kolaboratif antara dosen dan lembaga mitra.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa penjajakan dengan lembaga nasional ini dilakukan secara selektif guna memastikan efektivitas implementasi program di lapangan. Beliau menekankan pentingnya keselarasan kurikulum hilir dengan kebutuhan pasar agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan optimal. Melalui pemetaan yang matang, kampus optimis setiap program studi akan memiliki mitra strategis yang relevan.

“Kerja sama nasional ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk menghadirkan program sertifikasi yang kredibel bagi mahasiswa,” tegas Ismail Suardi Wekke dengan penuh optimisme. 

Melalui program ini, mahasiswa akan langsung berinteraksi dengan standardisasi kerja yang berlaku di level nasional. Pihak otoritas kampus memastikan seluruh fasilitas pendukung akan disiapkan demi kelancaran program.

Di akhir penjelasannya, Ismail Suardi Wekke kembali menggarisbawahi komitmen institusi dalam mengawal proses transformasi ini hingga mencapai hasil yang diharapkan. Beliau menuturkan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan bersama mitra nasional untuk mengukur penyerapan kompetensi oleh mahasiswa. Kampus juga mengundang keterlibatan aktif dari seluruh elemen dosen demi menyukseskan program penguatan ini.

“Dengan memperluas jejaring kelembagaan ke tingkat nasional, kami sedang membangun jembatan emas bagi masa depan karier alumni IAI Rawa Aopa,” pungkas Ismail Suardi Wekke menyudahi sesi wawancara. Implementasi kerja sama ini dijadwalkan akan mulai berjalan efektif pada semester mendatang. Seluruh jajaran civitas akademika menyambut baik langkah taktis ini sebagai momentum mempertahankan capaian mutu akademik kampus.

Pembelajaran di IAI Rawa Aopa Berjalan Lancar, Mahasiswa Antusias Ikuti Pembelajaran Modern

Konawe Selatan — Pelaksanaan perkuliahan sistem hybrid di Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar dan mendapat respon positif dari mahasiswa maupun tenaga pengajar. Sistem pembelajaran yang menggabungkan tatap muka langsung dan pembelajaran berani tersebut dinilai mampu memberikan kesejahteraan serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Sejak diterapkan pada semester berjalan, pihak kampus terus melakukan penyesuaian fasilitas dan metode pembelajaran agar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online maupun offline tetap memperoleh materi secara maksimal. Dosen juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung interaksi akademik selama proses perkuliahan berlangsung.
Suasana perkuliahan terlihat kondusif dengan partisipasi aktif siswa dalam setiap sesi pembelajaran. Selain mempermudah akses pendidikan, sistem hybrid juga dianggap mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di dunia pendidikan tinggi.

Salah satu Pengelola Kelas hybrid IAI Rawa Aopa, Suriyansya,S.Sos.I.,MH menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan akademik sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, kesiapan dosen, mahasiswa, serta dukungan sarana kampus menjadi faktor utama keberhasilan penerapan sistem tersebut.

“Kami bersyukur pelaksanaan kuliah hybrid dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif, modern, dan tetap menjaga kualitas pendidikan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar pelayanan akademik semakin maksimal,” ujar Suriyansya,S.Sos.I.,MH

Pihak kampus berharap sistem pembelajaran hybrid dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengikuti proses perkuliahan di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.

Posbakumadin Konawe Selatan Apresiasi Perkembangan IAI Rawa Aopa

Konawe Selatan-Ketua Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Konawe Selatan, Adv. Muharno, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Institusi Agama Islam (IAI) Rawa Aopa yang dinilai semakin maju dan berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Muharno saat ditemui oleh media di sekretariat Posbakumadin yang berlokasi di Kelurahan Ambalodangge, Kecamatan Laeya, pada Kamis (28/05/26).

Dalam keterangannya, ia menilai bahwa kemajuan IAI Rawa Aopa terlihat dari meningkatnya jumlah Mahasiswa/i serta peran aktif institusi dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Konawe Selatan sangat signifikan.

“Dengan melihat perkembangan IAI Rawa Aopa yang semakin pesat, khususnya dalam menghadirkan Mahasiswa dan mahasiswi sebagai generasi penerus bangsa, tentu hal ini patut mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ujar Muharno.

Lebih lanjut, ia juga memberikan dorongan kepada pihak kampus untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, termasuk dengan memperluas program studi, khususnya di bidang hukum pidana dan perdata.

Menurutnya, langkah tersebut sangat relevan dengan kondisi Konawe Selatan yang memiliki kompleksitas permasalahan hukum, terutama terkait konflik agraria yang kerap terjadi di masyarakat.

“Sehingga perlu adanya penguatan kapasitas keilmuan di bidang hukum, baik pidana maupun perdata, mengingat daerah kita memiliki dinamika permasalahan yang cukup kompleks, khususnya dalam konflik agraria. Ini menjadi peluang sekaligus kebutuhan bagi institusi pendidikan seperti IAI Rawa Aopa,” tambahnya.

Walaupun saat ini IAI Rawa Aopa sudah ada program studi jurusan Hukum Tata Negara (HTN).

Muharno berharap ke depan sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan institusi hukum dapat terus terjalin guna menciptakan masyarakat yang sadar hukum serta mampu menyelesaikan persoalan secara adil dan bijaksana.

Oplus_1024

Laporan:Red

Pendataran di Kesbangpol (ISW)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Didaftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol Konawe Selatan

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan- Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) secara resmi mendaftarkan kepengurusan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkenalkan keberadaan Institut Agama Islam Rawa Aopa maupun organisasi HMJ-HTN kepada publik, masyarakat luas dan pemerintah daerah, meskipun secara aturan organisasi mahasiswa tidak diwajibkan untuk melakukan pendaftaran tersebut.

Organisasi kemahasiswaan pada dasarnya berada dalam naungan struktur dan statuta perguruan tinggi, dan secara administratif cukup memiliki Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus,yaitu Rektor/Dekan yang membidangi kemahasiswaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Selaku Ketua Umum, saya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak wajib mendaftarkan keberadaannya, termasuk HMJ-HTN. Namun demikian, akan lebih baik jika keberadaan pengurus HMJ-HTN diketahui oleh pemerintah daerah Konawe Selatan, sehingga eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara di bawah naungan Institut Agama Islam Rawa Aopa dapat diakui secara luas,” ujar Hendarwan.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara HMJ-HTN dengan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi hukum, penguatan demokrasi, dan partisipasi publik di Konawe Selatan.

Dengan terdaftarnya kepengurusan HMJ-HTN di Kesbangpol, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan, dengan terdaftarnya organisasi mahasiswa jurusan hukum tata negara di Kesbangpol merupakan sejarah baru sejak berdirinya kabupaten Konawe Selatan.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum HMJ-HTN. Yusdar menyampaikan bahwa, organisasi kemahasiswaan secara resmi sudah diketahui oleh pemerintah daerah kabupaten Konawe Selatan Melalui Kesbangpol tentang keberadaan organisasi kemahasiswaan. Sehingga peran mahasiswa dalam mendukung Program-program maupun kebijakan pemerintah daerah wajib diberi dukungan dan siap berkolaborasi, ujarnya

Untuk itu sebagai Sekretaris Umum, menegaskan kepada seluruh pengurus HMJ-HTN agar taat dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (Ad/Art) organisasi, tutupnya.

(post) Gemini_Generated_Image_xncyysxncyysxncy

Bersiap untuk Symposium Bersama, IAI Rawa Aopa dan SATU University Laksanakan Koordinasi

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mematangkan persiapan menjelang perhelatan simposium bersama berskala internasional. Sebagai langkah konkret untuk memantapkan agenda strategis tersebut, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar rapat koordinasi intensif bersama pihak SATU University guna menyelaraskan visi dan teknis pelaksanaan kegiatan (Sabtu, 23 Mei 2026).

Pertemuan koordinasi ini menjadi momentum krusial bagi kedua institusi dalam membangun sinergi akademik yang kuat. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai poin penting, mulai dari kluster keilmuan yang akan diangkat, kesiapan infrastruktur digital, hingga skema pengelolaan kolaborasi agar simposium dapat berjalan dengan standar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar koordinasi teknis biasa, melainkan peletakan batu pertama bagi transformasi tata kelola institusi. Menurutnya, kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan global.

“Simposium bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat kontribusi nyata institusi dalam dunia pendidikan tinggi,” ujar Ismail saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan koordinasi.

Ismail juga menjelaskan bahwa pengelolaan manajemen dalam penyelenggaraan simposium ini akan mengedepankan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas substansi. Ia menambahkan bahwa institusi berkomitmen menerapkan model tata kelola yang tangkas, di mana koordinasi teknis didorong secara terpusat agar berjalan rapi, sementara ruang kreativitas akademik diberikan seluas-luasnya kepada para dosen dan peneliti.

“Kami ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung, terutama ekosistem berbasis digital dan sistem manajemen pengetahuan, siap memfasilitasi diseminasi riset secara global,” kata Ismail memaparkan kesiapan teknis timnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar forum ilmiah ini dapat melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat luas, bukan sekadar menjadi menara gading. Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset, di mana hasil pemikiran dari simposium ini nantinya dapat diadaptasi untuk memecahkan berbagai tantangan riil di sektor sosial dan tata kelola wilayah.

“Melalui platform ini, kita tidak hanya berbagi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga berkomitmen menghasilkan rekomendasi kebijakan dan inovasi nyata yang relevan bagi kebutuhan publik saat ini,” tegas Ismail mengakhiri pernyataannya.

Melalui koordinasi yang solid ini, IAI Rawa Aopa dan SATU University optimistis bahwa simposium yang akan datang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menjadi katalisator bagi peningkatan mutu riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Sertifikasi (ISW)

Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Sertifikasi, Daftar Pilihan Sertifikasi Bagi Mahasiswa

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Di era pergaulan global yang ketat, ijazah perguruan tinggi saja tidak lagi cukup untuk menjamin kesuksesan karier mahasiswa. Oleh karena itu, sertifikasi hadir sebagai modal pendukung yang valid untuk membuktikan keahlian spesifik di bidang tertentu. Melalui pengakuan resmi ini, mahasiswa dapat menunjukkan kesiapan kerja mereka kepada industri dengan lebih meyakinkan.

Program sertifikasi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa yang memiliki sertifikat kompetensi cenderung lebih unggul dan siap menghadapi dinamika dunia kerja yang dinamis. Investasi waktu dan energi untuk meraih sertifikasi ini akan membuka peluang karier yang jauh lebih luas setelah lulus.

Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Sertifikasi

Sertifikasi profesi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan keahlian praktis mahasiswa di luar bangku kuliah. Melalui program ini, mahasiswa dapat membuktikan kompetensi mereka secara spesifik dan standar industri yang berlaku. Kepemilikan sertifikat resmi tentu akan memberikan nilai tambah yang besar saat mereka memasuki dunia kerja.

Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang siap pakai dan memiliki keterampilan yang tervalidasi. Sertifikasi membantu menjembatani kesenjangan antara teori akademis di kampus dan kebutuhan nyata di industri. Dengan modal tersebut, mahasiswa akan menjadi lebih percaya diri dan mampu bersaing secara global.

Daftar Pilihan Sertifikasi Bagi Mahasiswa

  • Sertifikasi Teknologi Informasi (IT)
    Mahasiswa jurusan komputer dapat mengambil sertifikasi internasional seperti Cisco CCNA, AWS Cloud, atau Google Analytics. Dokumen ini membuktikan keahlian teknis mereka dalam mengelola jaringan, data, maupun sistem awan. Perusahaan teknologi sangat memprioritaskan kandidat yang memiliki lisensi resmi ini.
  • Sertifikasi Bahasa Asing
    Sertifikasi seperti TOEFL, IELTS, atau JLPT sangat krusial untuk mengukur kemampuan komunikasi internasional mahasiswa. Skor yang tinggi membuka peluang besar untuk meraih beasiswa luar negeri maupun karier di perusahaan multinasional. Penguasaan bahasa yang tersertifikasi menjadi bukti nyata penunjang karier masa depan.
  • Sertifikasi Manajemen dan Keuangan
    Bagi mahasiswa bisnis, sertifikasi seperti Certified Public Accountant (CPA) atau Chartered Financial Analyst (CFA) sangat direkomendasikan. Lisensi ini menegaskan bahwa pemiliknya memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi dan analisis keuangan tingkat tinggi. Profesionalisme di bidang bisnis akan diakui secara luas lewat sertifikasi tersebut.
Acara LPPM (ISW)

Siapkan Ajang Akademik Mahasiswa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama Dengan SATU University

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Serang, Banten — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan meneruskan jalinan kemitraan strategis dengan SATU University, sebuah institusi yang merupakan bagian dari jaringan terkemuka BINUS Higher Education. Kolaborasi antarpendidikan tinggi ini dirancang secara khusus untuk berfokus pada pengembangan mutu pendidikan, penguatan inovasi pembelajaran, serta penyiapan fondasi penyelenggaraan program akademik bersama. 

Melalui sinergi yang progresif ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk membuka ruang-ruang akademik baru yang langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa, salah satunya melalui penyediaan wadah kegiatan ilmiah berskala global. “Kita merencanakan sebuah kegiatan simposium di awal Juni mendatang,” kata Ismail Suardi Wekke.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap tuntutan globalisasi pendidikan, di mana kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Pihak kampus optimistis bahwa jaringan luas yang dimiliki oleh BINUS Higher Education akan memberikan dampak akselerasi yang signifikan bagi iklim akademik di Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan sebuah langkah nyata dan strategis untuk mendongkrak daya saing institusi di level nasional. Dalam penjelasannya, beliau juga menyampaikan bahwa sinergi erat dengan jaringan BINUS Higher Education diharapkan mampu mempercepat proses digitalisasi sistem pembelajaran di lingkungan kampus. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa mahasiswa kini dipastikan memiliki akses yang jauh lebih luas dan inklusif untuk terlibat serta berpartisipasi langsung dalam berbagai ajang simposium internasional. Melalui skema kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan didorong untuk aktif menjadi bagian dari ekosistem riset dan inovasi yang dikembangkan bersama oleh kedua universitas mitra tersebut.

“Kemitraan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk meningkatkan standar mutu akademik dan tata kelola inovasi di lingkungan IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan usai berkunjung ke Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Banten memenuhi undangan LLPM untuk aktivitas terkait pengelolaan konferensi dengan luaran publikasi (Kamis, 21 Mei 2026). 

Dirinya juga menegaskan secara mendalam, “Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar berstandar global melalui program-program kolaboratif yang konkret.”

Ismail kemudian menambahkan bahwa peluang kerja sama ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh civitas akademika, seraya berkata, “Penyelenggaraan simposium internasional bersama SATU University akan menjadi panggung strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset mereka.”

Dengan adanya komitmen kuat yang tertuang dalam kolaborasi ini, implementasi program kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan SATU University dijadwalkan akan segera bergulir dalam waktu dekat demi merealisasikan ekosistem kampus yang unggul dan inovatif.