Screenshot_20261008_070822

Jaksa Masuk Kampus, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Dibekali Pemahaman KUHP Baru.

KONAWE SELATAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe Selatan melalui program Jaksa Masuk Kampus (JMK) memberikan edukasi mengenai perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kepada mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan bertema “Edukasi Perubahan KUHP untuk Mewujudkan Generasi Taat Hukum” tersebut berlangsung di aula kampus dan diisi langsung oleh Kasi Intel Kejari Konawe Selatan, Muh. Jufri Tabah, S.H., M.H.

Di hadapan mahasiswa, Jufri menjelaskan bahwa Indonesia telah memasuki era baru hukum pidana dengan berlakunya UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sejak 2 Januari 2026, menggantikan KUHP peninggalan kolonial Belanda.

Menurutnya, mahasiswa hukum harus memahami perubahan paradigma dalam KUHP baru, termasuk pendekatan keadilan korektif, restoratif dan rehabilitatif, pidana kerja sosial, perubahan ketentuan pidana mati, serta pengakuan terhadap hukum yang hidup di masyarakat (living law).

“Kami ingin mahasiswa menjadi pionir dan garda terdepan dalam memahami serta menyosialisasikan KUHP baru kepada masyarakat,” ujar Jufri.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd., M.Pd. Ia menilai edukasi hukum dari Kejari sangat penting sebagai bekal mahasiswa, khususnya calon sarjana hukum.

Al Asri berharap kerja sama IAI Rawa Aopa dan Kejari Konsel dapat berlanjut melalui program magang, penelitian, penyuluhan hukum, hingga penguatan literasi hukum di kampus.

Ia juga mengusulkan agar Kejari dapat membantu menyediakan buku-buku hukum untuk menambah koleksi perpustakaan kampus sehingga mahasiswa lebih mudah mengakses peraturan perundang-undangan.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait penerapan KUHP baru, kasus yang ramai di media sosial, hingga persoalan pertambangan ilegal di Konawe Selatan.

Program JMK tersebut menjadi bagian dari upaya Kejari Konsel melalui bidang Intelijen dalam memberikan penerangan dan penyuluhan hukum sekaligus membangun kesadaran hukum generasi muda.

Screenshot_20260921_065944 (1)

HMJ-HTN IAI Rawa Aopa Galang Donasi untuk Korban Kebakaran di Watumelewe

KONAWE SELATAN — Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggalang bantuan bagi Isti qomah, warga Desa Watumelewe, Kecamatan Tinanggea, yang menjadi korban musibah kebakaran rumah.

Aksi solidaritas tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga yang sedang menghadapi musibah. HMJ-HTN mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk turut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.

“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi mereka,” demikian ajakan HMJ-HTN dalam penggalangan tersebut.

Bantuan dapat disalurkan melalui rekening BRI 492801021432501. Informasi terkait donasi juga dapat diperoleh melalui koresponden HMJ-HTN atas nama Harno.
HMJ-HTN berharap gerakan tersebut dapat meringankan beban korban sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.

Jazākumullāhu khairan katsīran.

Screenshot_20260729_235219

IAI Rawa Aopa Inisiasi Kerja Sama Lintas Kampus, Bahas Penguatan Program Studi dan Mutu Pendidikan

 

Mahasiswa..rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memperkuat jejaring akademis dan memperluas jangkauan kolaborasi antarlembaga, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara daring bersama para dosen dan akademisi lintas kampus pada Rabu (29/7/2026). Pertemuan ini ditujukan untuk mematangkan inisiasi kerja sama strategis, khususnya pada lingkup program studi dan pengembangan pendidikan lintas perguruan tinggi.

Diskusi interaktif tersebut berfokus pada pemetaan potensi serta peluang kolaborasi yang mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, hingga pengabdian masyarakat lintas daerah.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa era perguruan tinggi saat ini menuntut keterbukaan dan sinergi yang nyata antarlembaga. Menurutnya, langkah kolaboratif ini menjadi kunci utama dalam merespons dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang pesat.

“Pendidikan perguruan tinggi tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus membuka ruang kolaborasi lintas kampus untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan memperkuat mutu pengajaran,” ujar Ismail Suardi Wekke usai acara FGD daring tersebut.

Ismail menyampaikan bahwa inisiasi kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademik yang dinamis dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya peran program studi sebagai fondasi utama dalam merancang kegiatan-kegiatan konkret yang berdampak langsung pada kualitas keilmuan.

“Prodi merupakan ujung tombak implementasi kerja sama. Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa kesepakatan yang dibangun tidak berhenti di atas kertas, tetapi mewujud dalam program kolaboratif yang berkelanjutan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas dalam pembelajaran menjadi kebutuhan krusial bagi mahasiswa dan tenaga pengajar saat ini. Ismail meyakini bahwa interaksi lintas kampus akan membuka wawasan akademis yang lebih luas.

“Pengalaman belajar lintas kampus akan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, sekaligus memperluas jejaring profesional para dosen,” tambahnya.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kolaborasi antar-prodi yang digagas ini direncanakan mencakup harmonisasi kurikulum yang memungkinkan keterlibatan dosen tamu serta pelaksanaan perkuliahan bersama (joint lectures). Langkah ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran dan meningkatkan standar akademik di masing-masing kampus.

Lebih lanjut, Ismail mengindikasikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong penelitian bersama yang melibatkan sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi. Riset kolaboratif tersebut diarahkan untuk menjawab serta merespons berbagai isu strategis, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sebagai penutup, Ismail menandaskan bahwa seluruh hasil dan poin penting dari diskusi ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen kerja sama teknis (Memorandum of Agreement) agar program aksi dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis sinergi lintas kampus yang digagas akan membawa dampak positif yang signifikan bagi peningkatan tata kelola akademik dan mutu lulusan di masa mendatang.

. . .

IMG-20260714-WA0009

IAI Rawa Aopa Sambut Kunjungan PM India, Dorong Kolaborasi Akademik RI–India

Jakarta|mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id— Kunjungan resmi Perdana Menteri India ke Indonesia dinilai menjadi momentum krusial bagi sektor pendidikan tinggi di tanah air. Kalangan akademisi berharap momentum diplomasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempertahankan sekaligus memperluas jaringan kerja sama akademik antara kedua negara yang telah terjalin erat selama ini.

Apresiasi dan sambutan hangat datang dari berbagai tokoh pendidikan, salah satunya Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kehadiran pemimpin pemerintahan India tersebut membawa angin segar bagi masa depan kolaborasi riset dan kebudayaan.

“Kami menyampaikan selamat datang yang sehangat-hangatnya kepada Perdana Menteri India di Indonesia. Kehadiran beliau adalah simbol kedekatan historis dan intelektual yang harus kita rawat bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke saat dihubungi pada Selasa (14/7).

Ismail menambahkan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menjaga hubungan baik yang sudah terbangun. Dirinya menegaskan kesediaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertahankan serta meningkatkan volume kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa maupun kolaborasi riset keagamaan dan sains.

Menurut Ismail, perguruan tinggi di Indonesia harus bergerak aktif menjemput peluang ini. Sinergi dengan India dinilai sangat strategis mengingat negara tersebut memiliki perkembangan teknologi dan akademik yang sangat pesat.

“India adalah mitra strategis dalam dunia pendidikan global. Oleh karena itu, momentum kunjungan ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk mereaktualisasi berbagai nota kesepahaman yang sempat tertunda,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi sering kali menjadi fondasi kuat bagi kerja sama ekonomi dan politik jangka panjang. Pihaknya menilai, beasiswa dari pemerintah India, seperti skema Indian Council for Cultural Relations (ICCR), terbukti telah mencetak banyak akademisi andal di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga dilaporkan tengah mempersiapkan beberapa kesepakatan baru. Kerja sama tersebut diproyeksikan berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan digitalisasi kurikulum.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke kembali menekankan pentingnya implementasi nyata pascakunjungan kenegaraan ini agar tidak berhenti di atas kertas saja. “Kami berharap kerja sama ke depan tidak sekadar seremonial. Harus ada implementasi nyata berupa joint research dan pengabdian masyarakat internasional yang berdampak langsung bagi kedua negara,” pungkas Ismail.

IMG-20260711-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ditunjuk Jadi Mitra Lokal Kompetisi Antariksa Terbesar NASA

KONAWE SELATAN – Upaya membawa talenta digital dan inovator lokal ke panggung internasional terus digalakkan. Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi bersiap menjadi salah satu pusat perhelatan ajang internasional bergengsi, NASA International Space Apps Challenge 2026. Rangkaian acara yang mempertemukan para pemecah masalah (problem solver) di bidang teknologi dan sains ini dijadwalkan berlangsung maraton mulai Juni hingga November 2026.

Penunjukan ini menegaskan posisi perguruan tinggi keagamaan di daerah untuk ikut andil dalam ekosistem inovasi global, khususnya dalam pemanfaatan data terbuka (open data) milik NASA.
Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sekaligus Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa ajang ini menjadi jembatan emas bagi generasi muda, khususnya di Sulawesi Tenggara, untuk membuktikan kemampuan mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” kata Ismail saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (12/7/2026).

Ismail menambahkan bahwa persiapan matang telah dirancang sedemikian rupa agar seluruh ekosistem pendukung dapat berjalan optimal. Pihak panitia lokal menyebutkan bahwa sosialisasi, lokakarya bimbingan, hingga pembentukan tim akan diintensifkan sepanjang bulan Juni hingga Oktober, sebelum memasuki puncak kompetisi atau hackathon global pada November 2026. Menurutnya, fokus utama dari keterlibatan institusinya adalah mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu, di mana sains antariksa dapat dikawinkan dengan solusi humaniora dan lingkungan lokal.

Antusiasme juga datang dari civitas akademika. Pihak rektorat mengonfirmasi bahwa laboratorium komputer dan fasilitas jaringan di IAI Rawa Aopa akan dibuka penuh bagi para peserta yang ingin mengeksplorasi data satelit NASA demi memecahkan masalah bumi dan antariksa. Rangkaian kegiatan yang panjang ini sengaja didesain agar proses inkubasi ide para peserta lokal matang sebelum disubmit ke panel juri internasional.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan kembali visi besarnya dalam kemitraan global ini guna memastikan dampak jangka panjang bagi daerah.Target kami bukan hanya sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegasnya penuh optimisme.

Dengan resminya rangkaian acara yang berjalan dari Juni hingga November 2026 ini, Konawe Selatan siap menjadi saksi lahirnya inovator-inovator baru yang siap bersaing secara global langsung dari beranda Sulawesi Tenggara.

Laporan:MC-IAIRA

WhatsApp Image 2026-06-23 at 10.08.22

Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Riset Sosio-Keagamaan, NUNI BINUS University dan IAI Rawa Aopa Jalin Kolaborasi Dengan Profesor Sydney University

Jakarta – Penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang riset sosio-keagamaan menjadi fokus utama dalam pertemuan awal yang digelar Jaringan Perguruan Tinggi Nusantara (NUNI) BINUS University bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan pakar terkemuka dari Sydney University, Australia, Prof. John Connell, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan daring yang diinisiasi oleh Faculty of Digital Communication, Hotel and Tourism (FDCHT) BINUS University tersebut menjadi langkah awal dalam menyambut kunjungan akademik Prof. John Connell ke Indonesia sekaligus mematangkan agenda pembentukan Research Group on Social Religious Studies NUNI. Dalam agenda internasional ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan turut mengambil peran sebagai co-host yang menjembatani keterlibatan kampus-kampus daerah dalam jejaring riset global.

Lebih dari sekadar kolaborasi antarlembaga, inisiatif ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses penelitian, pertukaran gagasan, hingga publikasi ilmiah bertaraf internasional. Mahasiswa tidak lagi hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi didorong menjadi peneliti muda yang aktif membaca dan menjelaskan berbagai dinamika sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman riset yang lebih luas melalui perspektif global yang tetap berpijak pada realitas lokal.

“Kehadiran Prof. John Connell merupakan kesempatan berharga bagi dosen dan mahasiswa untuk mempelajari pendekatan riset internasional dalam memahami dinamika sosial-keagamaan kontemporer. Ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting bagi generasi peneliti muda,” ujarnya.

Menurut Ismail, pembentukan kelompok riset di bawah naungan NUNI harus mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas akademik mahasiswa. Kelompok riset tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan peneliti-peneliti muda yang memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan mampu menawarkan solusi berbasis data.

IAI Rawa Aopa memandang bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pengembangan studi sosio-keagamaan, terutama karena kedekatan mereka dengan realitas sosial di desa dan komunitas lokal. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak.

“Kampus daerah memiliki kekayaan sosial yang sangat besar sebagai laboratorium penelitian. Mahasiswa yang hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembangunan sosial dan keagamaan,” tambah Ismail.

Kolaborasi ini juga mempertemukan kekuatan ekosistem digital yang dimiliki BINUS University dengan pengalaman lapangan yang dimiliki kampus-kampus keagamaan. Melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan humaniora digital, ilmu sosial, dan studi keagamaan, mahasiswa akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan model penelitian yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kemitraan antara NUNI BINUS University, IAI Rawa Aopa, dan Sydney University menjadi contoh nyata bagaimana jejaring akademik dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa di berbagai daerah untuk terhubung dengan dunia internasional. Keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk berpartisipasi dalam percakapan akademik global.

seluruh proses kolaborasi ini diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat. Luaran riset yang dihasilkan tidak hanya diarahkan untuk publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan program pemberdayaan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Pertemuan ini menjadi awal dari rangkaian kerja sama lintas benua yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor penting dalam pengembangan riset sosio-keagamaan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir generasi peneliti muda Indonesia yang memiliki kemampuan akademik yang kuat dan kepekaan sosial.

 

 

IMG-20260614-WA0025

Menjaga Mutu Akademik: IAI Rawa Aopa Matangkan Persiapan Jelang Ujian Akhir Semester

Mahasiswa.rawaaopa.ac.id;-  Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus bergerak dan berkembang, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa kembali memasuki salah satu fase penting dalam perjalanan akademiknya, yakni pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Bagi sebagian orang, ujian mungkin hanya dipandang sebagai rutinitas administratif di penghujung semester. Namun bagi IAI Rawa Aopa, ujian adalah ruang refleksi, tempat ilmu pengetahuan diuji, karakter ditempa, dan integritas akademik diteguhkan.

Menjelang pelaksanaan UAS, seluruh elemen kampus bergerak dalam satu irama. Pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa melakukan berbagai persiapan guna memastikan seluruh rangkaian ujian dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi. Berbagai aspek teknis maupun akademik terus dimatangkan, mulai dari penyusunan jadwal, validasi data peserta, kesiapan ruang ujian, hingga penyempurnaan instrumen evaluasi pembelajaran.

Persiapan tersebut bukan sekedar untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga kualitas proses pendidikan. Sebab, mutu sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari megahnya bangunan atau banyaknya jumlah mahasiswa, tetapi juga dari kesungguhannya menjaga proses akademik yang jujur, objektif, dan berintegritas.

Di kampus yang tumbuh dengan semangat kesederhanaan namun teguh dalam konsistensi ini, ujian dipandang sebagai momentum untuk mengukur sejauh mana ilmu yang telah ditanamkan selama satu semester mampu dipahami, dihayati, dan diterapkan oleh mahasiswa. Setiap lembar soal bukan hanya kumpulan pertanyaan, tetapi juga cermin dari proses belajar yang telah dilalui dengan penuh perjuangan.

Rektor IAI Rawa Aopa Dr. Basrin Melamba, MA menegaskan bahwa kampus akan terus berupaya menjaga kualitas pelaksanaan ujian sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap pendidikan yang bermutu.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses akademik berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ujian bukan sekadar mengukur kemampuan intelektual mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan yang akan menjadi bekal mereka di masa depan,” tegasnya

Di sisi lain, mahasiswa juga diharapkan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Masa ujian bukanlah saat untuk mencari jalan pintas, melainkan waktu untuk membuktikan hasil dari ikhtiar panjang yang telah ditempuh selama berbulan-bulan. Ketekunan membaca, kesabaran memahami materi, serta kedisiplinan mengikuti perkuliahan akan menemukan maknanya pada momen ini.

IAI Rawa Aopa meyakini bahwa pendidikan sejati tidak hanya melahirkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pribadi yang kuat secara moral dan spiritual. Karena itu, suasana akademik yang sehat dan berintegritas akan terus menjadi fondasi utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pendidikan di lingkungan kampus.

Menjelang Ujian Akhir Semester ini, IAI Rawa Aopa tidak sekadar mempersiapkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Lebih dari itu, kampus sedang merawat sebuah cita-cita besar: menghadirkan pendidikan yang berkualitas, bermartabat, dan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

Sebab pada akhirnya, ujian bukan hanya tentang angka dan nilai yang tercantum dalam lembar hasil studi. Ujian adalah tentang proses menjadi manusia yang lebih baik. Dan di IAI Rawa Aopa, setiap proses pendidikan selalu diarahkan pada tujuan mulia tersebut: membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan, integritas, dan pengabdian.

 

 

Laporan: MC-IAI Rawa Aopa

 

Berita Terkait:

Evaluasi Dan Pembubaran Panitia Wisuda IAI Rawa Aopa Resmi Di Gelar Di Kampus II. 

Menenun Harmoni Di Ruang Kelas: Ketika Mahasiswa Hindu Dan Mahasiswa Kristen Kuliah Di Kampus Islam. 

Dari Ruang Kelas Menuju Peradaban: Potret Perkuliahan IAI Rawa Aopa

rawa Aopa Rawa Aopa Rawa Aopa Rawa Aopa Rawa Aopa 

IMG_20260616_121635

Rapat Kerja dan Pembubaran Panitia Wisuda IAI Rawa Aopa Digelar di Kampus II Konawe Selatan

Andoolo Kampus II-Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mengelar rapat kerja bersama yang dirangkaikan dengan pembubaran panitia wisuda, acara tersebut digelar di Auditorium Al Asri yang ber-alamat di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo kampus II Konawe Selatan.” Selasa (16/06/26).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dewan Pendiri/Pembina, Ketua Yayasan, Rektor, Wakil rektor, Dekan, Dosen dan seluruh jajaran pengelola Institut Agama Islam Rawa Aopa.

Dalam sambutannya, Dewan Pendir/pembina Al Asri, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa rapat kerja ini merupakan bagian penting dari evaluasi kinerja kelembagaan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen kampus memilik tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang lebih baik.

“Rapat kerja ini adalah bagian dari evaluasi bersama untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik dan penggelola institusi.” ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua Yayasan, Mardan, S.K.M., M.Si menyampaikan bahwa selain rapat kerja, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembubaran panitia wisuda sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan wisuda.

“Selain rapat kerja, kami juga melaksanakan pembubaran panitia wisuda sebagai bentuk rasa syukur kepada ALLAH SWT, di mana kegiatan wisuda Alhamndulilah berjalan dengan baik dan sesuai harapan bersama,” ungkapnya.

Mardan juga menambakan bahwa keberhasilan pelaksanaan wisuda tidak terlepas  dari kerja sama serta dedikasi seluruh panitia maupun civitas akademika IAI Rawa Aopa.

Semoga kegiatan ini diharapakan dapat memperkuat sinergi antar unsur pimpinan dan pengelola kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan  serta pelayanan akademika di masa yang akan datang.

Akhir kata sebagai Ketua Yayasan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah mendedikasikan segala pikirannya, bantuannya sehingga acara wisuda yang baru saja dilaksanakan maupun pertemuan hari ini kita satukan dalam nuansa bingkai kekeluargaan dan damai,” tutupnya.

Laporan:MC/IAI-RA

 

 

WhatsApp Image 2026-06-11 at 18.26.01

Menjaga Marwah Akademik: IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Wisuda Ilegal.

 

mahasiswa.rawaaopa.ac.id;-  Belakangan ini beredar di media sosial sebuah unggahan yang menyebut pelaksanaan wisuda Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Rabu (10/06/2026)sebagai “wisuda ilegal” Adalah Pernyataan yang tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi mencederai nama baik institusi pendidikan, sivitas akademika, serta para wisudawan dan keluarga yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi dengan penuh pengorbanan.

Pihak IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa seluruh mahasiswa dan lulusan yang mengikuti wisuda telah terdaftar dalam sistem resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Data status mahasiswa, riwayat perkuliahan, serta kelulusan dapat diverifikasi secara terbuka melalui sistem PDDIKTI sehingga tuduhan bahwa wisudawan tidak pernah mengikuti perkuliahan merupakan informasi yang tidak berdasar.

Dr. (C) Aminuddin, S.H., M.H. Selaku Ketua Tim Hukum IAI Rawa Aopa menuturkan, bahwa keterbukaan data di PDDIKTI menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di IAI Rawa Aopa dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara langsung melalui sistem PDDIKTI. Data mahasiswa, status aktif, hingga kelulusan tercatat dalam sistem nasional yang dikelola pemerintah. Karena itu, setiap tuduhan yang menyebut wisuda dilakukan tanpa proses akademik yang sah tentu harus diuji berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” Tutur Aminuddin.

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus menjaga kualitas pendidikan, integritas akademik, serta transparansi pengelolaan perguruan tinggi sebagai bentuk tanggung jawab kepada mahasiswa, masyarakat, dan negara.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa menjalankan seluruh aktivitas akademiknya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berada dalam pembinaan dan pengawasan kementerian terkait. Oleh karena itu, tuduhan yang menyatakan bahwa wisuda dilaksanakan secara ilegal merupakan klaim yang harus dibuktikan secara hukum, bukan sekadar disebarkan melalui opini dan narasi provokatif di media sosial.

Kebebasan berpendapat memang dijamin oleh konstitusi, namun kebebasan tersebut tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar, menyerang kehormatan pihak lain, atau membangun opini yang dapat merugikan institusi pendidikan. Kritik yang konstruktif tentu diperlukan dalam kehidupan akademik dan demokrasi, tetapi fitnah dan tuduhan tanpa dasar justru merusak ruang publik yang sehat.

Wisuda merupakan momen sakral yang menandai keberhasilan mahasiswa menyelesaikan proses pendidikan. Di balik toga yang dikenakan para wisudawan terdapat perjuangan panjang, pengorbanan waktu, tenaga, biaya, serta doa dari keluarga. Karena itu, sangat disayangkan apabila momen akademik tersebut dijadikan sasaran serangan narasi yang tidak bertanggung jawab.

Lagi Ketua Tim Hukum IAI Rawa Aopa, Dr. (C) Aminuddin, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun hak tersebut harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Menyebut suatu wisuda sebagai ilegal tanpa dasar hukum yang jelas merupakan tuduhan serius. Jika pernyataan tersebut tidak dapat dibuktikan, maka berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum karena menyangkut nama baik lembaga, pimpinan, dosen, mahasiswa, dan alumni. Kami mengimbau semua pihak untuk mengedepankan data dan mekanisme hukum yang benar, bukan membangun opini yang dapat menyesatkan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aminuddin menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa senantiasa terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif, namun tidak dapat membenarkan penyebaran informasi yang mengandung fitnah, pencemaran nama baik, maupun tuduhan yang tidak berdasar.

“Lembaga pendidikan adalah pilar pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, setiap kritik harus diarahkan untuk perbaikan, bukan untuk menjatuhkan martabat institusi atau merendahkan para lulusan yang telah menyelesaikan proses akademiknya secara sah,” tambahnya.

IAI Rawa Aopa tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan, integritas akademik, dan kepercayaan masyarakat. Segala bentuk informasi yang berkembang di ruang publik hendaknya disikapi secara bijak, mengedepankan fakta, data, dan mekanisme hukum yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kerugian bagi pihak-pihak yang tidak bersalah.

“IAI Rawa Aopa tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan, integritas akademik, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap mahasiswa yang diwisuda telah melalui proses akademik sesuai standar yang ditetapkan, mulai dari perkuliahan, evaluasi pembelajaran, hingga penyelesaian tugas akhir.
Karena itu, penyebaran informasi yang tidak benar dan tidak didasarkan pada fakta adalah pelanggaran hukum serius. Oleh karena itu kami mengajak semua pihak untuk mengedepankan etika, objektivitas, dan verifikasi informasi sebelum menyampaikan tuduhan dan fitnah yang akan merugikan diri sendiri”. Tutup, Aminuddin.

BACA JUGA:

Klarifikasi Resmi atas Informasi Tidak Benar Terkait Pelaksanaan Wisuda IAI Rawa Aopa

BERITA TERKAIT VERSI LAIN:

Klarifikasi Resmi atas Informasi Tidak Benar Terkait Pelaksanaan Wisuda IAI Rawa Aopa

FOTO KULIAH

Dari Ruang Kelas Menuju Peradaban: Potret Perkuliahan IAI Rawa Aopa.

mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id;- Perkuliahan di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa hari ini kembali berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Di setiap ruang kelas, proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dinamis melalui penyampaian materi, diskusi, hingga tanya jawab yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi mahasiswa, ruang kelas bukan sekadar tempat untuk memperoleh nilai akademik. Lebih dari itu, ruang kelas merupakan laboratorium pemikiran yang membentuk karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai keilmuan dan moralitas yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap perkuliahan yang diikuti merupakan bagian dari proses panjang untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa, negara, dan umat.

BACA JUGA: Menengok Dapur Perguruan Tinggi: Penjelasan Terkait Akreditasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Sebagai institusi pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa terus berkomitmen menghadirkan suasana akademik yang produktif dan berkualitas. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan intelektual dan pembentukan karakter, kampus ini berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.

BACA JUGA: Mahasiswa Hukum Tata Negara: Penjaga Konstitusi Dan Pilar Demokrasi

Potret perkuliahan hari ini menjadi gambaran bahwa peradaban besar selalu lahir dari tradisi keilmuan yang kuat. Dari ruang-ruang kelas yang sederhana, lahir gagasan, pemikiran, dan cita-cita yang kelak akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Sebab, setiap langkah yang dimulai dari bangku kuliah adalah bagian dari perjalanan menuju peradaban yang lebih maju, berkeadaban, dan bermartabat.

“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari tempat yang megah. Terkadang, ia lahir dari ruang kelas, melalui buku yang dibaca, ilmu yang dipelajari, dan semangat belajar yang terus dijaga.”