WhatsApp Image 2026-06-23 at 10.08.22

Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Riset Sosio-Keagamaan, NUNI BINUS University dan IAI Rawa Aopa Jalin Kolaborasi Dengan Profesor Sydney University

Jakarta – Penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang riset sosio-keagamaan menjadi fokus utama dalam pertemuan awal yang digelar Jaringan Perguruan Tinggi Nusantara (NUNI) BINUS University bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan pakar terkemuka dari Sydney University, Australia, Prof. John Connell, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan daring yang diinisiasi oleh Faculty of Digital Communication, Hotel and Tourism (FDCHT) BINUS University tersebut menjadi langkah awal dalam menyambut kunjungan akademik Prof. John Connell ke Indonesia sekaligus mematangkan agenda pembentukan Research Group on Social Religious Studies NUNI. Dalam agenda internasional ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan turut mengambil peran sebagai co-host yang menjembatani keterlibatan kampus-kampus daerah dalam jejaring riset global.

Lebih dari sekadar kolaborasi antarlembaga, inisiatif ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses penelitian, pertukaran gagasan, hingga publikasi ilmiah bertaraf internasional. Mahasiswa tidak lagi hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi didorong menjadi peneliti muda yang aktif membaca dan menjelaskan berbagai dinamika sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman riset yang lebih luas melalui perspektif global yang tetap berpijak pada realitas lokal.

“Kehadiran Prof. John Connell merupakan kesempatan berharga bagi dosen dan mahasiswa untuk mempelajari pendekatan riset internasional dalam memahami dinamika sosial-keagamaan kontemporer. Ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting bagi generasi peneliti muda,” ujarnya.

Menurut Ismail, pembentukan kelompok riset di bawah naungan NUNI harus mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas akademik mahasiswa. Kelompok riset tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan peneliti-peneliti muda yang memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan mampu menawarkan solusi berbasis data.

IAI Rawa Aopa memandang bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pengembangan studi sosio-keagamaan, terutama karena kedekatan mereka dengan realitas sosial di desa dan komunitas lokal. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak.

“Kampus daerah memiliki kekayaan sosial yang sangat besar sebagai laboratorium penelitian. Mahasiswa yang hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembangunan sosial dan keagamaan,” tambah Ismail.

Kolaborasi ini juga mempertemukan kekuatan ekosistem digital yang dimiliki BINUS University dengan pengalaman lapangan yang dimiliki kampus-kampus keagamaan. Melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan humaniora digital, ilmu sosial, dan studi keagamaan, mahasiswa akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan model penelitian yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kemitraan antara NUNI BINUS University, IAI Rawa Aopa, dan Sydney University menjadi contoh nyata bagaimana jejaring akademik dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa di berbagai daerah untuk terhubung dengan dunia internasional. Keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk berpartisipasi dalam percakapan akademik global.

seluruh proses kolaborasi ini diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat. Luaran riset yang dihasilkan tidak hanya diarahkan untuk publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan program pemberdayaan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Pertemuan ini menjadi awal dari rangkaian kerja sama lintas benua yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor penting dalam pengembangan riset sosio-keagamaan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir generasi peneliti muda Indonesia yang memiliki kemampuan akademik yang kuat dan kepekaan sosial.

 

 

IMG_20260616_121635

Rapat Kerja dan Pembubaran Panitia Wisuda IAI Rawa Aopa Digelar di Kampus II Konawe Selatan

Andoolo Kampus II-Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mengelar rapat kerja bersama yang dirangkaikan dengan pembubaran panitia wisuda, acara tersebut digelar di Auditorium Al Asri yang ber-alamat di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo kampus II Konawe Selatan.” Selasa (16/06/26).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dewan Pendiri/Pembina, Ketua Yayasan, Rektor, Wakil rektor, Dekan, Dosen dan seluruh jajaran pengelola Institut Agama Islam Rawa Aopa.

Dalam sambutannya, Dewan Pendir/pembina Al Asri, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa rapat kerja ini merupakan bagian penting dari evaluasi kinerja kelembagaan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen kampus memilik tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang lebih baik.

“Rapat kerja ini adalah bagian dari evaluasi bersama untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik dan penggelola institusi.” ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua Yayasan, Mardan, S.K.M., M.Si menyampaikan bahwa selain rapat kerja, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembubaran panitia wisuda sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan wisuda.

“Selain rapat kerja, kami juga melaksanakan pembubaran panitia wisuda sebagai bentuk rasa syukur kepada ALLAH SWT, di mana kegiatan wisuda Alhamndulilah berjalan dengan baik dan sesuai harapan bersama,” ungkapnya.

Mardan juga menambakan bahwa keberhasilan pelaksanaan wisuda tidak terlepas  dari kerja sama serta dedikasi seluruh panitia maupun civitas akademika IAI Rawa Aopa.

Semoga kegiatan ini diharapakan dapat memperkuat sinergi antar unsur pimpinan dan pengelola kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan  serta pelayanan akademika di masa yang akan datang.

Akhir kata sebagai Ketua Yayasan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah mendedikasikan segala pikirannya, bantuannya sehingga acara wisuda yang baru saja dilaksanakan maupun pertemuan hari ini kita satukan dalam nuansa bingkai kekeluargaan dan damai,” tutupnya.

Laporan:MC/IAI-RA

 

 

FOTO KULIAH

Dari Ruang Kelas Menuju Peradaban: Potret Perkuliahan IAI Rawa Aopa.

mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id;- Perkuliahan di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa hari ini kembali berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Di setiap ruang kelas, proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dinamis melalui penyampaian materi, diskusi, hingga tanya jawab yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi mahasiswa, ruang kelas bukan sekadar tempat untuk memperoleh nilai akademik. Lebih dari itu, ruang kelas merupakan laboratorium pemikiran yang membentuk karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai keilmuan dan moralitas yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap perkuliahan yang diikuti merupakan bagian dari proses panjang untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa, negara, dan umat.

BACA JUGA: Menengok Dapur Perguruan Tinggi: Penjelasan Terkait Akreditasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Sebagai institusi pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa terus berkomitmen menghadirkan suasana akademik yang produktif dan berkualitas. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan intelektual dan pembentukan karakter, kampus ini berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.

BACA JUGA: Mahasiswa Hukum Tata Negara: Penjaga Konstitusi Dan Pilar Demokrasi

Potret perkuliahan hari ini menjadi gambaran bahwa peradaban besar selalu lahir dari tradisi keilmuan yang kuat. Dari ruang-ruang kelas yang sederhana, lahir gagasan, pemikiran, dan cita-cita yang kelak akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Sebab, setiap langkah yang dimulai dari bangku kuliah adalah bagian dari perjalanan menuju peradaban yang lebih maju, berkeadaban, dan bermartabat.

“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari tempat yang megah. Terkadang, ia lahir dari ruang kelas, melalui buku yang dibaca, ilmu yang dipelajari, dan semangat belajar yang terus dijaga.”

Prancis (ISW)

Usai Kunjungan Presiden RI ke Prancis, Saatnya Menginisiasi Indonesia-France Forum on Higher Education

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Momentum diplomatik pasca-kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Prancis dinilai menjadi saat yang paling tepat untuk memperluas cakupan kerja sama strategis. Sektor pendidikan tinggi dipandang sebagai pilar krusial yang harus segera merespons kedekatan hubungan kedua negara ini.

Langkah konkret yang mendesak untuk diwujudkan adalah pengarsitekan sebuah wadah kolaboratif yang mempertemukan institusi akademis dari kedua belah pihak. Bagi mahasiswa Indonesia, Prancis dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pengalaman di tingkat global. “Kalaupun belum bisa sampai pada jenjang pendidikan dengan gelar, maka kursus singkat atau juga kegiatan daring menjadi langkah awal,” tutur Ismail.

Gagasan mengenai pembentukan forum ini mulai disuarakan secara lantang oleh berbagai kalangan akademisi di tanah air. Salah satu dorongan datang dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang melihat peluang besar dalam pengembangan riset dan tata kelola perguruan tinggi. 

Kolaborasi global ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan mampu menyentuh akar transformasi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa diplomasi politik tingkat tinggi yang telah dilakukan oleh kepala negara harus segera ditindaklanjuti dengan diplomasi akademik yang tak kalah agresif. 

Kunjungan kepresidenan tersebut telah membuka pintu gerbang yang sangat lebar bagi penguatan kemitraan strategis. Oleh karena itu, komunitas akademik di Indonesia tidak boleh kehilangan momentum emas ini untuk mulai merintis jaringan yang lebih kokoh.

“Kunjungan Presiden RI ke Prancis harus menjadi batu pijakan utama bagi institusi pendidikan tinggi di tanah air untuk melompat lebih jauh ke panggung internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pandangannya mengenai dampak sosiopolitik dari lawatan internasional tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menyarankan agar kerja sama yang terbangun nantinya tidak hanya berpusat pada universitas-universitas besar yang terletak di Pulau Jawa semata. Ia menekankan pentingnya distribusi peluang yang merata bagi seluruh perguruan tinggi di berbagai daerah, termasuk di kawasan Indonesia Timur. Peta jalan pendidikan nasional harus mampu mengakomodasi pertumbuhan kualitas institusi secara kolektif dan komprehensif.

“Saatnya kita menginisiasi Indonesia-France Forum on Higher Education sebagai wadah untuk merumuskan agenda riset bersama, pertukaran dosen, hingga program gelar ganda yang melibatkan berbagai kampus dari kedua negara,” kata Ismail menanggapi pertemuan bilateral kedua negara (Sabtu, 30 Mei 2026).

Dalam penjelasannya, Ismail juga menguraikan bahwa model tata kelola pendidikan tinggi di Prancis yang sudah maju dapat menjadi referensi berharga bagi proses akreditasi dan standardisasi mutu di Indonesia. Internasionalisasi kampus-kampus lokal di daerah akan berjalan lebih cepat apabila didukung oleh kemitraan luar negeri yang terstruktur dengan baik. Melalui forum ini, proses transfer pengetahuan dan adopsi ekosistem digital dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terukur.

“Kita memerlukan sebuah struktur kolaborasi yang dinamis agar inovasi sains dari Prancis dapat diadopsi dan diimplementasikan secara kontekstual di wilayah-wilayah berkembang di Indonesia,” tegas Ismail menutup pernyataan langsungnya.

Terkait dengan mekanisme operasional ke depan, Ismail menyampaikan pandangannya bahwa forum bersama ini nantinya harus didukung penuh oleh kementerian terkait agar memiliki daya dukung dan dampak di tingkat nasional. Ia menilai kehadiran pemerintah sebagai fasilitator utama akan memberikan jaminan keberlanjutan bagi program-program akademik jangka panjang yang telah dirancang. 

Tanpa adanya komitmen regulasi yang jelas, inisiatif mulia ini dikhawatirkan hanya akan berhenti di atas kertas kesepahaman tanpa realisasi yang nyata. Ismail juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif dari institusi keagamaan dan perguruan tinggi swasta dalam forum tersebut akan memberikan warna baru dalam diskursus pemikiran global. 

Keberagaman latar belakang institusi dari Indonesia justru menjadi modal sosial yang kaya untuk dipadukan dengan tradisi riset sekuler yang kuat di Prancis. Perpaduan ini diyakini mampu melahirkan pendekatan-pendekatan interdisipliner baru dalam memecahkan masalah-masalah kemanusiaan sejagat, seperti perubahan iklim dan literasi keuangan inklusif.

Pada akhir keterangannya, Ismail optimis bahwa Indonesia-France Forum on Higher Education akan menjadi jembatan emas bagi percepatan kualitas dosen dan peneliti di lingkungan kampus lokal. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa maupun riset kolaboratif akan berdampak langsung pada penguatan daya saing bangsa di era global. Momentum pasca-kunjungan kepresidenan ini pun diharapkan segera bermutasi menjadi gerakan akademis yang konkret dalam beberapa bulan ke depan.

Posbakumadin Konawe Selatan Apresiasi Perkembangan IAI Rawa Aopa

Konawe Selatan-Ketua Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Konawe Selatan, Adv. Muharno, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Institusi Agama Islam (IAI) Rawa Aopa yang dinilai semakin maju dan berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Muharno saat ditemui oleh media di sekretariat Posbakumadin yang berlokasi di Kelurahan Ambalodangge, Kecamatan Laeya, pada Kamis (28/05/26).

Dalam keterangannya, ia menilai bahwa kemajuan IAI Rawa Aopa terlihat dari meningkatnya jumlah Mahasiswa/i serta peran aktif institusi dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Konawe Selatan sangat signifikan.

“Dengan melihat perkembangan IAI Rawa Aopa yang semakin pesat, khususnya dalam menghadirkan Mahasiswa dan mahasiswi sebagai generasi penerus bangsa, tentu hal ini patut mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ujar Muharno.

Lebih lanjut, ia juga memberikan dorongan kepada pihak kampus untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, termasuk dengan memperluas program studi, khususnya di bidang hukum pidana dan perdata.

Menurutnya, langkah tersebut sangat relevan dengan kondisi Konawe Selatan yang memiliki kompleksitas permasalahan hukum, terutama terkait konflik agraria yang kerap terjadi di masyarakat.

“Sehingga perlu adanya penguatan kapasitas keilmuan di bidang hukum, baik pidana maupun perdata, mengingat daerah kita memiliki dinamika permasalahan yang cukup kompleks, khususnya dalam konflik agraria. Ini menjadi peluang sekaligus kebutuhan bagi institusi pendidikan seperti IAI Rawa Aopa,” tambahnya.

Walaupun saat ini IAI Rawa Aopa sudah ada program studi jurusan Hukum Tata Negara (HTN).

Muharno berharap ke depan sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan institusi hukum dapat terus terjalin guna menciptakan masyarakat yang sadar hukum serta mampu menyelesaikan persoalan secara adil dan bijaksana.

Oplus_1024

Laporan:Red

Acara LPPM (ISW)

Siapkan Ajang Akademik Mahasiswa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama Dengan SATU University

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Serang, Banten — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan meneruskan jalinan kemitraan strategis dengan SATU University, sebuah institusi yang merupakan bagian dari jaringan terkemuka BINUS Higher Education. Kolaborasi antarpendidikan tinggi ini dirancang secara khusus untuk berfokus pada pengembangan mutu pendidikan, penguatan inovasi pembelajaran, serta penyiapan fondasi penyelenggaraan program akademik bersama. 

Melalui sinergi yang progresif ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk membuka ruang-ruang akademik baru yang langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa, salah satunya melalui penyediaan wadah kegiatan ilmiah berskala global. “Kita merencanakan sebuah kegiatan simposium di awal Juni mendatang,” kata Ismail Suardi Wekke.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap tuntutan globalisasi pendidikan, di mana kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Pihak kampus optimistis bahwa jaringan luas yang dimiliki oleh BINUS Higher Education akan memberikan dampak akselerasi yang signifikan bagi iklim akademik di Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan sebuah langkah nyata dan strategis untuk mendongkrak daya saing institusi di level nasional. Dalam penjelasannya, beliau juga menyampaikan bahwa sinergi erat dengan jaringan BINUS Higher Education diharapkan mampu mempercepat proses digitalisasi sistem pembelajaran di lingkungan kampus. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa mahasiswa kini dipastikan memiliki akses yang jauh lebih luas dan inklusif untuk terlibat serta berpartisipasi langsung dalam berbagai ajang simposium internasional. Melalui skema kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan didorong untuk aktif menjadi bagian dari ekosistem riset dan inovasi yang dikembangkan bersama oleh kedua universitas mitra tersebut.

“Kemitraan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk meningkatkan standar mutu akademik dan tata kelola inovasi di lingkungan IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan usai berkunjung ke Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Banten memenuhi undangan LLPM untuk aktivitas terkait pengelolaan konferensi dengan luaran publikasi (Kamis, 21 Mei 2026). 

Dirinya juga menegaskan secara mendalam, “Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar berstandar global melalui program-program kolaboratif yang konkret.”

Ismail kemudian menambahkan bahwa peluang kerja sama ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh civitas akademika, seraya berkata, “Penyelenggaraan simposium internasional bersama SATU University akan menjadi panggung strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset mereka.”

Dengan adanya komitmen kuat yang tertuang dalam kolaborasi ini, implementasi program kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan SATU University dijadwalkan akan segera bergulir dalam waktu dekat demi merealisasikan ekosistem kampus yang unggul dan inovatif.