Screenshot_20260729_235219

IAI Rawa Aopa Inisiasi Kerja Sama Lintas Kampus, Bahas Penguatan Program Studi dan Mutu Pendidikan

 

Mahasiswa..rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memperkuat jejaring akademis dan memperluas jangkauan kolaborasi antarlembaga, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara daring bersama para dosen dan akademisi lintas kampus pada Rabu (29/7/2026). Pertemuan ini ditujukan untuk mematangkan inisiasi kerja sama strategis, khususnya pada lingkup program studi dan pengembangan pendidikan lintas perguruan tinggi.

Diskusi interaktif tersebut berfokus pada pemetaan potensi serta peluang kolaborasi yang mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, hingga pengabdian masyarakat lintas daerah.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa era perguruan tinggi saat ini menuntut keterbukaan dan sinergi yang nyata antarlembaga. Menurutnya, langkah kolaboratif ini menjadi kunci utama dalam merespons dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang pesat.

“Pendidikan perguruan tinggi tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus membuka ruang kolaborasi lintas kampus untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan memperkuat mutu pengajaran,” ujar Ismail Suardi Wekke usai acara FGD daring tersebut.

Ismail menyampaikan bahwa inisiasi kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademik yang dinamis dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya peran program studi sebagai fondasi utama dalam merancang kegiatan-kegiatan konkret yang berdampak langsung pada kualitas keilmuan.

“Prodi merupakan ujung tombak implementasi kerja sama. Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa kesepakatan yang dibangun tidak berhenti di atas kertas, tetapi mewujud dalam program kolaboratif yang berkelanjutan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas dalam pembelajaran menjadi kebutuhan krusial bagi mahasiswa dan tenaga pengajar saat ini. Ismail meyakini bahwa interaksi lintas kampus akan membuka wawasan akademis yang lebih luas.

“Pengalaman belajar lintas kampus akan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, sekaligus memperluas jejaring profesional para dosen,” tambahnya.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kolaborasi antar-prodi yang digagas ini direncanakan mencakup harmonisasi kurikulum yang memungkinkan keterlibatan dosen tamu serta pelaksanaan perkuliahan bersama (joint lectures). Langkah ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran dan meningkatkan standar akademik di masing-masing kampus.

Lebih lanjut, Ismail mengindikasikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong penelitian bersama yang melibatkan sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi. Riset kolaboratif tersebut diarahkan untuk menjawab serta merespons berbagai isu strategis, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sebagai penutup, Ismail menandaskan bahwa seluruh hasil dan poin penting dari diskusi ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen kerja sama teknis (Memorandum of Agreement) agar program aksi dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis sinergi lintas kampus yang digagas akan membawa dampak positif yang signifikan bagi peningkatan tata kelola akademik dan mutu lulusan di masa mendatang.

. . .

IMG-20260714-WA0009

IAI Rawa Aopa Sambut Kunjungan PM India, Dorong Kolaborasi Akademik RI–India

Jakarta|mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id— Kunjungan resmi Perdana Menteri India ke Indonesia dinilai menjadi momentum krusial bagi sektor pendidikan tinggi di tanah air. Kalangan akademisi berharap momentum diplomasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempertahankan sekaligus memperluas jaringan kerja sama akademik antara kedua negara yang telah terjalin erat selama ini.

Apresiasi dan sambutan hangat datang dari berbagai tokoh pendidikan, salah satunya Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kehadiran pemimpin pemerintahan India tersebut membawa angin segar bagi masa depan kolaborasi riset dan kebudayaan.

“Kami menyampaikan selamat datang yang sehangat-hangatnya kepada Perdana Menteri India di Indonesia. Kehadiran beliau adalah simbol kedekatan historis dan intelektual yang harus kita rawat bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke saat dihubungi pada Selasa (14/7).

Ismail menambahkan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menjaga hubungan baik yang sudah terbangun. Dirinya menegaskan kesediaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertahankan serta meningkatkan volume kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa maupun kolaborasi riset keagamaan dan sains.

Menurut Ismail, perguruan tinggi di Indonesia harus bergerak aktif menjemput peluang ini. Sinergi dengan India dinilai sangat strategis mengingat negara tersebut memiliki perkembangan teknologi dan akademik yang sangat pesat.

“India adalah mitra strategis dalam dunia pendidikan global. Oleh karena itu, momentum kunjungan ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk mereaktualisasi berbagai nota kesepahaman yang sempat tertunda,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi sering kali menjadi fondasi kuat bagi kerja sama ekonomi dan politik jangka panjang. Pihaknya menilai, beasiswa dari pemerintah India, seperti skema Indian Council for Cultural Relations (ICCR), terbukti telah mencetak banyak akademisi andal di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga dilaporkan tengah mempersiapkan beberapa kesepakatan baru. Kerja sama tersebut diproyeksikan berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan digitalisasi kurikulum.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke kembali menekankan pentingnya implementasi nyata pascakunjungan kenegaraan ini agar tidak berhenti di atas kertas saja. “Kami berharap kerja sama ke depan tidak sekadar seremonial. Harus ada implementasi nyata berupa joint research dan pengabdian masyarakat internasional yang berdampak langsung bagi kedua negara,” pungkas Ismail.

IMG-20260711-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ditunjuk Jadi Mitra Lokal Kompetisi Antariksa Terbesar NASA

KONAWE SELATAN – Upaya membawa talenta digital dan inovator lokal ke panggung internasional terus digalakkan. Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi bersiap menjadi salah satu pusat perhelatan ajang internasional bergengsi, NASA International Space Apps Challenge 2026. Rangkaian acara yang mempertemukan para pemecah masalah (problem solver) di bidang teknologi dan sains ini dijadwalkan berlangsung maraton mulai Juni hingga November 2026.

Penunjukan ini menegaskan posisi perguruan tinggi keagamaan di daerah untuk ikut andil dalam ekosistem inovasi global, khususnya dalam pemanfaatan data terbuka (open data) milik NASA.
Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sekaligus Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa ajang ini menjadi jembatan emas bagi generasi muda, khususnya di Sulawesi Tenggara, untuk membuktikan kemampuan mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” kata Ismail saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (12/7/2026).

Ismail menambahkan bahwa persiapan matang telah dirancang sedemikian rupa agar seluruh ekosistem pendukung dapat berjalan optimal. Pihak panitia lokal menyebutkan bahwa sosialisasi, lokakarya bimbingan, hingga pembentukan tim akan diintensifkan sepanjang bulan Juni hingga Oktober, sebelum memasuki puncak kompetisi atau hackathon global pada November 2026. Menurutnya, fokus utama dari keterlibatan institusinya adalah mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu, di mana sains antariksa dapat dikawinkan dengan solusi humaniora dan lingkungan lokal.

Antusiasme juga datang dari civitas akademika. Pihak rektorat mengonfirmasi bahwa laboratorium komputer dan fasilitas jaringan di IAI Rawa Aopa akan dibuka penuh bagi para peserta yang ingin mengeksplorasi data satelit NASA demi memecahkan masalah bumi dan antariksa. Rangkaian kegiatan yang panjang ini sengaja didesain agar proses inkubasi ide para peserta lokal matang sebelum disubmit ke panel juri internasional.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan kembali visi besarnya dalam kemitraan global ini guna memastikan dampak jangka panjang bagi daerah.Target kami bukan hanya sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegasnya penuh optimisme.

Dengan resminya rangkaian acara yang berjalan dari Juni hingga November 2026 ini, Konawe Selatan siap menjadi saksi lahirnya inovator-inovator baru yang siap bersaing secara global langsung dari beranda Sulawesi Tenggara.

Laporan:MC-IAIRA

IMG-20260614-WA0025

Menjaga Mutu Akademik: IAI Rawa Aopa Matangkan Persiapan Jelang Ujian Akhir Semester

Mahasiswa.rawaaopa.ac.id;-  Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus bergerak dan berkembang, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa kembali memasuki salah satu fase penting dalam perjalanan akademiknya, yakni pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Bagi sebagian orang, ujian mungkin hanya dipandang sebagai rutinitas administratif di penghujung semester. Namun bagi IAI Rawa Aopa, ujian adalah ruang refleksi, tempat ilmu pengetahuan diuji, karakter ditempa, dan integritas akademik diteguhkan.

Menjelang pelaksanaan UAS, seluruh elemen kampus bergerak dalam satu irama. Pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa melakukan berbagai persiapan guna memastikan seluruh rangkaian ujian dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi. Berbagai aspek teknis maupun akademik terus dimatangkan, mulai dari penyusunan jadwal, validasi data peserta, kesiapan ruang ujian, hingga penyempurnaan instrumen evaluasi pembelajaran.

Persiapan tersebut bukan sekedar untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga kualitas proses pendidikan. Sebab, mutu sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari megahnya bangunan atau banyaknya jumlah mahasiswa, tetapi juga dari kesungguhannya menjaga proses akademik yang jujur, objektif, dan berintegritas.

Di kampus yang tumbuh dengan semangat kesederhanaan namun teguh dalam konsistensi ini, ujian dipandang sebagai momentum untuk mengukur sejauh mana ilmu yang telah ditanamkan selama satu semester mampu dipahami, dihayati, dan diterapkan oleh mahasiswa. Setiap lembar soal bukan hanya kumpulan pertanyaan, tetapi juga cermin dari proses belajar yang telah dilalui dengan penuh perjuangan.

Rektor IAI Rawa Aopa Dr. Basrin Melamba, MA menegaskan bahwa kampus akan terus berupaya menjaga kualitas pelaksanaan ujian sebagai bagian dari komitmen institusi terhadap pendidikan yang bermutu.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses akademik berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ujian bukan sekadar mengukur kemampuan intelektual mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan yang akan menjadi bekal mereka di masa depan,” tegasnya

Di sisi lain, mahasiswa juga diharapkan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Masa ujian bukanlah saat untuk mencari jalan pintas, melainkan waktu untuk membuktikan hasil dari ikhtiar panjang yang telah ditempuh selama berbulan-bulan. Ketekunan membaca, kesabaran memahami materi, serta kedisiplinan mengikuti perkuliahan akan menemukan maknanya pada momen ini.

IAI Rawa Aopa meyakini bahwa pendidikan sejati tidak hanya melahirkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pribadi yang kuat secara moral dan spiritual. Karena itu, suasana akademik yang sehat dan berintegritas akan terus menjadi fondasi utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pendidikan di lingkungan kampus.

Menjelang Ujian Akhir Semester ini, IAI Rawa Aopa tidak sekadar mempersiapkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Lebih dari itu, kampus sedang merawat sebuah cita-cita besar: menghadirkan pendidikan yang berkualitas, bermartabat, dan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

Sebab pada akhirnya, ujian bukan hanya tentang angka dan nilai yang tercantum dalam lembar hasil studi. Ujian adalah tentang proses menjadi manusia yang lebih baik. Dan di IAI Rawa Aopa, setiap proses pendidikan selalu diarahkan pada tujuan mulia tersebut: membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan, integritas, dan pengabdian.

 

 

Laporan: MC-IAI Rawa Aopa

 

Berita Terkait:

Evaluasi Dan Pembubaran Panitia Wisuda IAI Rawa Aopa Resmi Di Gelar Di Kampus II. 

Menenun Harmoni Di Ruang Kelas: Ketika Mahasiswa Hindu Dan Mahasiswa Kristen Kuliah Di Kampus Islam. 

Dari Ruang Kelas Menuju Peradaban: Potret Perkuliahan IAI Rawa Aopa

rawa Aopa Rawa Aopa Rawa Aopa Rawa Aopa Rawa Aopa 

Arahan Dewan Pembina (ISW)

Terkait dengan Sorotan Wisuda Ilegal, Ketua Dewan Pembina Mengarahkan untuk Respon dengan Melihat PDDIKTI

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Konawe Selatan – Isu pelaksanaan wisuda ilegal yang marak disorot belakangan ini mendapat perhatian serius dari jajaran perguruan tinggi. Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Dewan Pembina mengarahkan seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk melakukan validasi secara objektif dengan melihat data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) sebagai acuan resmi keabsahan status kelulusan mahasiswa.

“Jika ada yang mempertanyakan terkait dengan status kemahasiswaan dan kelulusan, maka silahkan dilihat di PDDIKTI. Itu platform resmi, dan satu-satunya instrumen keabsahan terkait status kemahasiswaan yang disiapkan negara melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” papar Al Asri.

Dalam pertemuan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, dengan tim Media Centre yang berada dalam koordinasi Kantor Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Jumat, 12 Juni 2026), Al Asri memberikan arahan terkait dengan sorotan media sosial. Begitu pula terkait dengan petisi mahasiswa untuk juga direspon dengan merujuk kepada PDDIKTI dan laman BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Dalam kesempatan yang sama, pernyataan tersebut dipertegas juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ismail menyampaikan bahwa transparansi data adalah kunci utama untuk menepis segala keraguan publik mengenai legalitas sebuah proses akademik.

Menurut Ismail, koordinasi intensif dengan Dewan Pembina telah membuahkan arahan konkret agar perguruan tinggi selalu membuka diri terhadap penelusuran rekam jejak digital di PDDIKTI. Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap sistem pelaporan negara bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban moral lembaga kepada masyarakat dan orang tua wali murid.

Paparan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, terkait komitmen lembaga dalam menjaga validitas kelulusan mahasiswa: “Kita tidak boleh membiarkan ada keraguan sedikit pun di tengah masyarakat mengenai keabsahan gelar yang disandang oleh para lulusan kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Andoolo. 

Oleh karena itu, sesuai dengan arahan tegas dari Ketua Dewan Pembina, kami meminta semua pihak yang ingin memastikan legalitas proses ini untuk langsung memeriksa dan mencocokkan data yang ada di platform resmi PDDIKTI,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di kampus II Andoolo (Ibukota Kabupaten Konawe Selatan).

“Wisuda VII Angkatan I yang kita laksanakan dua hari lalu merupakan bukti nyata dari proses akademik yang berjalan di atas koridor hukum dan aturan yang berlaku. Kami menjamin bahwa seluruh wisudawan yang hadir di ruangan ini telah melewati verifikasi ketat, dan nama-nama mereka sudah terintegrasi secara sempurna di dalam sistem data pusat sehingga dapat dipertanggungjawabkan kapan saja,” tegas Ismail.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat luas agar mempertahankan daya kritis dalam menyikapi isu wisuda ilegal yang sedang marak disorot akhir-akhir ini. Tidak perlu panik atau berspekulasi, melainkan mari menjadikan PDDIKTI sebagai satu-satunya rujukan utama untuk melihat rekam jejak. serta keabsahan status kemahasiswaan secara transparan,” papar di hadapan para awak media.

Menutup pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa status akreditasi kampus dapat juga dikonfirmasi melalui laman BAN-PT. “Tidak ada yang ditutupi dan juga tidak ada yang disembunyikan. Semua serba transparan. Termasuk dokumentasi kegiatan kampus yang tersimpan di website kampus,” pungkas Ismail.

WhatsApp Image 2026-06-11 at 18.26.01

Menjaga Marwah Akademik: IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Wisuda Ilegal.

 

mahasiswa.rawaaopa.ac.id;-  Belakangan ini beredar di media sosial sebuah unggahan yang menyebut pelaksanaan wisuda Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Rabu (10/06/2026)sebagai “wisuda ilegal” Adalah Pernyataan yang tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi mencederai nama baik institusi pendidikan, sivitas akademika, serta para wisudawan dan keluarga yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi dengan penuh pengorbanan.

Pihak IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa seluruh mahasiswa dan lulusan yang mengikuti wisuda telah terdaftar dalam sistem resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Data status mahasiswa, riwayat perkuliahan, serta kelulusan dapat diverifikasi secara terbuka melalui sistem PDDIKTI sehingga tuduhan bahwa wisudawan tidak pernah mengikuti perkuliahan merupakan informasi yang tidak berdasar.

Dr. (C) Aminuddin, S.H., M.H. Selaku Ketua Tim Hukum IAI Rawa Aopa menuturkan, bahwa keterbukaan data di PDDIKTI menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di IAI Rawa Aopa dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara langsung melalui sistem PDDIKTI. Data mahasiswa, status aktif, hingga kelulusan tercatat dalam sistem nasional yang dikelola pemerintah. Karena itu, setiap tuduhan yang menyebut wisuda dilakukan tanpa proses akademik yang sah tentu harus diuji berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” Tutur Aminuddin.

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus menjaga kualitas pendidikan, integritas akademik, serta transparansi pengelolaan perguruan tinggi sebagai bentuk tanggung jawab kepada mahasiswa, masyarakat, dan negara.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa menjalankan seluruh aktivitas akademiknya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berada dalam pembinaan dan pengawasan kementerian terkait. Oleh karena itu, tuduhan yang menyatakan bahwa wisuda dilaksanakan secara ilegal merupakan klaim yang harus dibuktikan secara hukum, bukan sekadar disebarkan melalui opini dan narasi provokatif di media sosial.

Kebebasan berpendapat memang dijamin oleh konstitusi, namun kebebasan tersebut tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar, menyerang kehormatan pihak lain, atau membangun opini yang dapat merugikan institusi pendidikan. Kritik yang konstruktif tentu diperlukan dalam kehidupan akademik dan demokrasi, tetapi fitnah dan tuduhan tanpa dasar justru merusak ruang publik yang sehat.

Wisuda merupakan momen sakral yang menandai keberhasilan mahasiswa menyelesaikan proses pendidikan. Di balik toga yang dikenakan para wisudawan terdapat perjuangan panjang, pengorbanan waktu, tenaga, biaya, serta doa dari keluarga. Karena itu, sangat disayangkan apabila momen akademik tersebut dijadikan sasaran serangan narasi yang tidak bertanggung jawab.

Lagi Ketua Tim Hukum IAI Rawa Aopa, Dr. (C) Aminuddin, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun hak tersebut harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Menyebut suatu wisuda sebagai ilegal tanpa dasar hukum yang jelas merupakan tuduhan serius. Jika pernyataan tersebut tidak dapat dibuktikan, maka berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum karena menyangkut nama baik lembaga, pimpinan, dosen, mahasiswa, dan alumni. Kami mengimbau semua pihak untuk mengedepankan data dan mekanisme hukum yang benar, bukan membangun opini yang dapat menyesatkan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aminuddin menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa senantiasa terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif, namun tidak dapat membenarkan penyebaran informasi yang mengandung fitnah, pencemaran nama baik, maupun tuduhan yang tidak berdasar.

“Lembaga pendidikan adalah pilar pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, setiap kritik harus diarahkan untuk perbaikan, bukan untuk menjatuhkan martabat institusi atau merendahkan para lulusan yang telah menyelesaikan proses akademiknya secara sah,” tambahnya.

IAI Rawa Aopa tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan, integritas akademik, dan kepercayaan masyarakat. Segala bentuk informasi yang berkembang di ruang publik hendaknya disikapi secara bijak, mengedepankan fakta, data, dan mekanisme hukum yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kerugian bagi pihak-pihak yang tidak bersalah.

“IAI Rawa Aopa tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan, integritas akademik, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap mahasiswa yang diwisuda telah melalui proses akademik sesuai standar yang ditetapkan, mulai dari perkuliahan, evaluasi pembelajaran, hingga penyelesaian tugas akhir.
Karena itu, penyebaran informasi yang tidak benar dan tidak didasarkan pada fakta adalah pelanggaran hukum serius. Oleh karena itu kami mengajak semua pihak untuk mengedepankan etika, objektivitas, dan verifikasi informasi sebelum menyampaikan tuduhan dan fitnah yang akan merugikan diri sendiri”. Tutup, Aminuddin.

BACA JUGA:

Klarifikasi Resmi atas Informasi Tidak Benar Terkait Pelaksanaan Wisuda IAI Rawa Aopa

BERITA TERKAIT VERSI LAIN:

Klarifikasi Resmi atas Informasi Tidak Benar Terkait Pelaksanaan Wisuda IAI Rawa Aopa

Prancis (ISW)

Akselerasi Kerja Sama Akademik Pasca Kunjungan Presiden, Indonesia-Prancis Siap Meggelar Forum Pendidikan Tinggi

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Jajaran pemangku kepentingan dan praktisi sektor pendidikan tinggi tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis dalam waktu dekat. Pertemuan strategis ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menindaklanjuti hasil kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Prancis beberapa waktu lalu. 

Forum berskala internasional tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi kesepakatan bilateral, khususnya dalam bidang penguatan mutu akademik, transformasi digital, serta perluasan program kemitraan riset antaruniversitas di kedua negara. Demikian disampaikan pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan melalui Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke di Kendari (Sabtu, 6 Juni 2026).

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi di tanah air menyambut baik akselerasi kerja sama ini dan menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam penguatan jejaring global tersebut. Momentum ini dinilai sangat tepat untuk membuka peluang yang lebih luas bagi institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di daerah. Hubungan bilateral yang semakin erat di tingkat kepala negara harus segera diterjemahkan ke dalam program kerja nyata di sektor pendidikan guna meningkatkan daya saing lulusan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kunjungan luar negeri Presiden RI telah membuka jalan yang sangat strategis bagi akselerasi internasionalisasi seluruh kampus di Indonesia. 

Keterlibatan aktif dalam forum ini akan menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi untuk mengadopsi standar mutu global. Beliau memandang kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi di Prancis dapat menjadi katalisator penting bagi lompatan kualitas akademik nasional.

“Kunjungan Presiden RI ke Prancis tidak boleh berhenti sebagai agenda diplomasi formal semata, melainkan harus segera diwujudkan dalam kolaborasi nyata antarkampus,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pandangannya mengenai urgensi forum strategis tersebut.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa tantangan utama perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mentransformasikan tata kelola institusi agar mampu beradaptasi dengan ekosistem pendidikan global yang bergerak sangat dinamis. Melalui platform bilateral ini, proses transfer pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat berjalan lebih intensif dan mencakup wilayah yang lebih luas. 

Pihaknya meyakini bahwa sinergi internasional seperti ini akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia di daerah.

“Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis ini merupakan momentum emas bagi kita semua untuk menyusun peta jalan riset bersama yang berdampak langsung pada masyarakat global,” kata Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya luaran konkret dari pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa institusi di daerah seperti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen penuh untuk ikut serta mengambil peran dalam memperkuat pilar-pilar kemitraan strategis ini. Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang untuk mengakses jejaring dan peluang kolaborasi di tingkat internasional. Oleh karena itu, persiapan internal institusi terus digenjot agar dapat memanfaatkan hasil kesepakatan forum secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami di IAI Rawa Aopa siap mengintegrasikan hasil-hasil kesepakatan dari forum internasional ini ke dalam kebijakan perencanaan dan pengembangan kampus ke depan,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup pernyataannya.

Agenda Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis ini nantinya akan memfasilitasi berbagai sesi pertemuan intensif, mulai dari diskusi panel tingkat tinggi hingga penandatanganan kesepakatan kemitraan antarkampus. 

Beberapa fokus utama yang akan dibahas meliputi program pertukaran mahasiswa, beasiswa riset bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis inovasi digital. Sinergi ini diharapkan dapat segera berjalan efektif guna mendukung visi besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui sektor pendidikan tinggi yang unggul.

oplus_33

Mahasiswa IAI Rawa Aopa Apresiasi Langka Strategis Bupati Irham Kalenggo, dalam Mewujudkan Pembangunan Merata

Konsel-Sebagai orang nomor satu Konawe Selatan, Bupati Irham Kalenggo terus melakukan inovasi dan menunjukan komitmennya guna mensejahterahkan masyarakat Konsel baik dari sektor pembangunan maupun dari sektor pertanian,perkebunan. Salah satu langkah konkret yang dinilai inovatif adalah pelaksanaan kaji banding ke Kediri,Jawa Timur, yang berfokus pada perkembangan penanaman buah alpukat dalam pot (tabulampot). Tentuh program ini memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan,pemberdayaan masyarakat, serta optimalisasi pemanfaatan lahan terbatas, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memberikan apresiasi atas langkah strategis yang diambil oleh Bupati Konawe Selatan dalam upaya mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayahnya.

Demikian disampaikan salah satu Mahasiswa IAI Rawa Aopa Yusdar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN). Bahwa inisiatif Bupati Irham Kalenggo mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dan visioner, dengan mengadopsi praktik-praktik baik dari daerah lain untuk diterapakan sesuai dengan kondisi lokal, Jumat (05/06/2026).

“Langkah kaji banding ini menunjukan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mencari solusi inovatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penanaman alpukat dalam pot bukan hanya bernilai ekonomis,tetapi juga mendukung aspek ekologis dan estetika linkungan,” ujarnya.

Yusdar menilai bahwa program ini dapat menjadi bagian dari langkah strategi pembangunan daerah berbasis komunitas, dimana masyarakat dapat dilibatkan secara aktif dalam proses produksi dan pemeliharaan tanaman,sehingga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut,bang yus akrap disafa mendorong dan memberikan suport agar hasil kaji banding tersebut dapat segera diimplementasikan melalui program-program terencana, jika perluh Pemkab Konsel mempasilitasi melalui pelatihan teknis bagi masyarakat mulai dari penyedian bibit unggul serta dukungan infrastruktur pendukung lainnya.

Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, tentuh diharapkan pembanguna di Konawe Selatan dapat berlangsung lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

untuk itu Institut Agama Islam Rawa Aopa merupakan organisasi yang berkomitmen dan mendukung pembangunan daerah berkelanjutan, berwawasan lingkungan yang berorientasi pada kemaslahatan maupun kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.

Laporan:MC IAI-RA

 

Sertifikasi (ISW)

Fokus Pada Peningkatan Kompetensi Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Rintis Kerjasama Dengan Lembaga Nasional

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Akselerasi mutu akademik dan non-akademik kini menjadi agenda prioritas yang tengah digenjot oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Perintisan kerja sama dengan lembaga nasional ini dirancang untuk membuka akses magang, sertifikasi profesi, serta pelatihan intensif bagi seluruh civitas akademika. Melalui program kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori di ruang kelas tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis yang matang sebelum memasuki dunia kerja.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja modern menuntut perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Pihak manajemen kampus menyadari bahwa ijazah saja tidak lagi cukup tanpa didampingi oleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Oleh karena itu, skema kemitraan ini disusun secara komprehensif agar langsung menyentuh kebutuhan mendasar mahasiswa di era digital.

Dalam penjelasannya mengenai arah kebijakan kampus, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan kelembagaan jangka panjang. Beliau menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan riil industri modern saat ini. Upaya ini juga diharapkan dapat menaikkan nilai akreditasi institusi melalui penguatan poin kemitraan strategis.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa kompetensi mahasiswa adalah kunci utama agar alumni kami mampu bersaing secara global di masa depan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyampaikan ke media usai memantau pelaksanaan bakti sosial dengan penyerahan hewan kurban ke masyarakat Andoolo di Kelurahan Potoro (Jumat, 29 Mei 2026). 

Beliau menambahkan bahwa investasi terbaik yang bisa diberikan kampus saat ini adalah memfasilitasi mahasiswa dengan ekosistem belajar yang terhubung langsung dengan para praktisi ahli. Sinergi ini juga menjadi pembuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi riset kolaboratif antara dosen dan lembaga mitra.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa penjajakan dengan lembaga nasional ini dilakukan secara selektif guna memastikan efektivitas implementasi program di lapangan. Beliau menekankan pentingnya keselarasan kurikulum hilir dengan kebutuhan pasar agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan optimal. Melalui pemetaan yang matang, kampus optimis setiap program studi akan memiliki mitra strategis yang relevan.

“Kerja sama nasional ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk menghadirkan program sertifikasi yang kredibel bagi mahasiswa,” tegas Ismail Suardi Wekke dengan penuh optimisme. 

Melalui program ini, mahasiswa akan langsung berinteraksi dengan standardisasi kerja yang berlaku di level nasional. Pihak otoritas kampus memastikan seluruh fasilitas pendukung akan disiapkan demi kelancaran program.

Di akhir penjelasannya, Ismail Suardi Wekke kembali menggarisbawahi komitmen institusi dalam mengawal proses transformasi ini hingga mencapai hasil yang diharapkan. Beliau menuturkan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan bersama mitra nasional untuk mengukur penyerapan kompetensi oleh mahasiswa. Kampus juga mengundang keterlibatan aktif dari seluruh elemen dosen demi menyukseskan program penguatan ini.

“Dengan memperluas jejaring kelembagaan ke tingkat nasional, kami sedang membangun jembatan emas bagi masa depan karier alumni IAI Rawa Aopa,” pungkas Ismail Suardi Wekke menyudahi sesi wawancara. Implementasi kerja sama ini dijadwalkan akan mulai berjalan efektif pada semester mendatang. Seluruh jajaran civitas akademika menyambut baik langkah taktis ini sebagai momentum mempertahankan capaian mutu akademik kampus.