Pembelajaran di IAI Rawa Aopa Berjalan Lancar, Mahasiswa Antusias Ikuti Pembelajaran Modern

Konawe Selatan — Pelaksanaan perkuliahan sistem hybrid di Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar dan mendapat respon positif dari mahasiswa maupun tenaga pengajar. Sistem pembelajaran yang menggabungkan tatap muka langsung dan pembelajaran berani tersebut dinilai mampu memberikan kesejahteraan serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Sejak diterapkan pada semester berjalan, pihak kampus terus melakukan penyesuaian fasilitas dan metode pembelajaran agar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online maupun offline tetap memperoleh materi secara maksimal. Dosen juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung interaksi akademik selama proses perkuliahan berlangsung.
Suasana perkuliahan terlihat kondusif dengan partisipasi aktif siswa dalam setiap sesi pembelajaran. Selain mempermudah akses pendidikan, sistem hybrid juga dianggap mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di dunia pendidikan tinggi.

Salah satu Pengelola Kelas hybrid IAI Rawa Aopa, Suriyansya,S.Sos.I.,MH menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan akademik sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, kesiapan dosen, mahasiswa, serta dukungan sarana kampus menjadi faktor utama keberhasilan penerapan sistem tersebut.

“Kami bersyukur pelaksanaan kuliah hybrid dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif, modern, dan tetap menjaga kualitas pendidikan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar pelayanan akademik semakin maksimal,” ujar Suriyansya,S.Sos.I.,MH

Pihak kampus berharap sistem pembelajaran hybrid dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengikuti proses perkuliahan di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.

Pendataran di Kesbangpol (ISW)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Didaftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol Konawe Selatan

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan- Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) secara resmi mendaftarkan kepengurusan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkenalkan keberadaan Institut Agama Islam Rawa Aopa maupun organisasi HMJ-HTN kepada publik, masyarakat luas dan pemerintah daerah, meskipun secara aturan organisasi mahasiswa tidak diwajibkan untuk melakukan pendaftaran tersebut.

Organisasi kemahasiswaan pada dasarnya berada dalam naungan struktur dan statuta perguruan tinggi, dan secara administratif cukup memiliki Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus,yaitu Rektor/Dekan yang membidangi kemahasiswaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Selaku Ketua Umum, saya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak wajib mendaftarkan keberadaannya, termasuk HMJ-HTN. Namun demikian, akan lebih baik jika keberadaan pengurus HMJ-HTN diketahui oleh pemerintah daerah Konawe Selatan, sehingga eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara di bawah naungan Institut Agama Islam Rawa Aopa dapat diakui secara luas,” ujar Hendarwan.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara HMJ-HTN dengan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi hukum, penguatan demokrasi, dan partisipasi publik di Konawe Selatan.

Dengan terdaftarnya kepengurusan HMJ-HTN di Kesbangpol, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan, dengan terdaftarnya organisasi mahasiswa jurusan hukum tata negara di Kesbangpol merupakan sejarah baru sejak berdirinya kabupaten Konawe Selatan.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum HMJ-HTN. Yusdar menyampaikan bahwa, organisasi kemahasiswaan secara resmi sudah diketahui oleh pemerintah daerah kabupaten Konawe Selatan Melalui Kesbangpol tentang keberadaan organisasi kemahasiswaan. Sehingga peran mahasiswa dalam mendukung Program-program maupun kebijakan pemerintah daerah wajib diberi dukungan dan siap berkolaborasi, ujarnya

Untuk itu sebagai Sekretaris Umum, menegaskan kepada seluruh pengurus HMJ-HTN agar taat dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (Ad/Art) organisasi, tutupnya.

(post) Gemini_Generated_Image_xncyysxncyysxncy

Bersiap untuk Symposium Bersama, IAI Rawa Aopa dan SATU University Laksanakan Koordinasi

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mematangkan persiapan menjelang perhelatan simposium bersama berskala internasional. Sebagai langkah konkret untuk memantapkan agenda strategis tersebut, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar rapat koordinasi intensif bersama pihak SATU University guna menyelaraskan visi dan teknis pelaksanaan kegiatan (Sabtu, 23 Mei 2026).

Pertemuan koordinasi ini menjadi momentum krusial bagi kedua institusi dalam membangun sinergi akademik yang kuat. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai poin penting, mulai dari kluster keilmuan yang akan diangkat, kesiapan infrastruktur digital, hingga skema pengelolaan kolaborasi agar simposium dapat berjalan dengan standar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar koordinasi teknis biasa, melainkan peletakan batu pertama bagi transformasi tata kelola institusi. Menurutnya, kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan global.

“Simposium bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat kontribusi nyata institusi dalam dunia pendidikan tinggi,” ujar Ismail saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan koordinasi.

Ismail juga menjelaskan bahwa pengelolaan manajemen dalam penyelenggaraan simposium ini akan mengedepankan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas substansi. Ia menambahkan bahwa institusi berkomitmen menerapkan model tata kelola yang tangkas, di mana koordinasi teknis didorong secara terpusat agar berjalan rapi, sementara ruang kreativitas akademik diberikan seluas-luasnya kepada para dosen dan peneliti.

“Kami ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung, terutama ekosistem berbasis digital dan sistem manajemen pengetahuan, siap memfasilitasi diseminasi riset secara global,” kata Ismail memaparkan kesiapan teknis timnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar forum ilmiah ini dapat melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat luas, bukan sekadar menjadi menara gading. Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset, di mana hasil pemikiran dari simposium ini nantinya dapat diadaptasi untuk memecahkan berbagai tantangan riil di sektor sosial dan tata kelola wilayah.

“Melalui platform ini, kita tidak hanya berbagi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga berkomitmen menghasilkan rekomendasi kebijakan dan inovasi nyata yang relevan bagi kebutuhan publik saat ini,” tegas Ismail mengakhiri pernyataannya.

Melalui koordinasi yang solid ini, IAI Rawa Aopa dan SATU University optimistis bahwa simposium yang akan datang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menjadi katalisator bagi peningkatan mutu riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.