Arahan Dewan Pembina (ISW)

Terkait dengan Sorotan Wisuda Ilegal, Ketua Dewan Pembina Mengarahkan untuk Respon dengan Melihat PDDIKTI

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Konawe Selatan – Isu pelaksanaan wisuda ilegal yang marak disorot belakangan ini mendapat perhatian serius dari jajaran perguruan tinggi. Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Dewan Pembina mengarahkan seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk melakukan validasi secara objektif dengan melihat data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) sebagai acuan resmi keabsahan status kelulusan mahasiswa.

“Jika ada yang mempertanyakan terkait dengan status kemahasiswaan dan kelulusan, maka silahkan dilihat di PDDIKTI. Itu platform resmi, dan satu-satunya instrumen keabsahan terkait status kemahasiswaan yang disiapkan negara melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” papar Al Asri.

Dalam pertemuan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, dengan tim Media Centre yang berada dalam koordinasi Kantor Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Jumat, 12 Juni 2026), Al Asri memberikan arahan terkait dengan sorotan media sosial. Begitu pula terkait dengan petisi mahasiswa untuk juga direspon dengan merujuk kepada PDDIKTI dan laman BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Dalam kesempatan yang sama, pernyataan tersebut dipertegas juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ismail menyampaikan bahwa transparansi data adalah kunci utama untuk menepis segala keraguan publik mengenai legalitas sebuah proses akademik.

Menurut Ismail, koordinasi intensif dengan Dewan Pembina telah membuahkan arahan konkret agar perguruan tinggi selalu membuka diri terhadap penelusuran rekam jejak digital di PDDIKTI. Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap sistem pelaporan negara bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban moral lembaga kepada masyarakat dan orang tua wali murid.

Paparan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, terkait komitmen lembaga dalam menjaga validitas kelulusan mahasiswa: “Kita tidak boleh membiarkan ada keraguan sedikit pun di tengah masyarakat mengenai keabsahan gelar yang disandang oleh para lulusan kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Andoolo. 

Oleh karena itu, sesuai dengan arahan tegas dari Ketua Dewan Pembina, kami meminta semua pihak yang ingin memastikan legalitas proses ini untuk langsung memeriksa dan mencocokkan data yang ada di platform resmi PDDIKTI,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di kampus II Andoolo (Ibukota Kabupaten Konawe Selatan).

“Wisuda VII Angkatan I yang kita laksanakan dua hari lalu merupakan bukti nyata dari proses akademik yang berjalan di atas koridor hukum dan aturan yang berlaku. Kami menjamin bahwa seluruh wisudawan yang hadir di ruangan ini telah melewati verifikasi ketat, dan nama-nama mereka sudah terintegrasi secara sempurna di dalam sistem data pusat sehingga dapat dipertanggungjawabkan kapan saja,” tegas Ismail.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat luas agar mempertahankan daya kritis dalam menyikapi isu wisuda ilegal yang sedang marak disorot akhir-akhir ini. Tidak perlu panik atau berspekulasi, melainkan mari menjadikan PDDIKTI sebagai satu-satunya rujukan utama untuk melihat rekam jejak. serta keabsahan status kemahasiswaan secara transparan,” papar di hadapan para awak media.

Menutup pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa status akreditasi kampus dapat juga dikonfirmasi melalui laman BAN-PT. “Tidak ada yang ditutupi dan juga tidak ada yang disembunyikan. Semua serba transparan. Termasuk dokumentasi kegiatan kampus yang tersimpan di website kampus,” pungkas Ismail.

Sertifikasi (ISW)

Fokus Pada Peningkatan Kompetensi Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Rintis Kerjasama Dengan Lembaga Nasional

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Akselerasi mutu akademik dan non-akademik kini menjadi agenda prioritas yang tengah digenjot oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Perintisan kerja sama dengan lembaga nasional ini dirancang untuk membuka akses magang, sertifikasi profesi, serta pelatihan intensif bagi seluruh civitas akademika. Melalui program kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori di ruang kelas tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis yang matang sebelum memasuki dunia kerja.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja modern menuntut perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Pihak manajemen kampus menyadari bahwa ijazah saja tidak lagi cukup tanpa didampingi oleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Oleh karena itu, skema kemitraan ini disusun secara komprehensif agar langsung menyentuh kebutuhan mendasar mahasiswa di era digital.

Dalam penjelasannya mengenai arah kebijakan kampus, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan kelembagaan jangka panjang. Beliau menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan riil industri modern saat ini. Upaya ini juga diharapkan dapat menaikkan nilai akreditasi institusi melalui penguatan poin kemitraan strategis.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa kompetensi mahasiswa adalah kunci utama agar alumni kami mampu bersaing secara global di masa depan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyampaikan ke media usai memantau pelaksanaan bakti sosial dengan penyerahan hewan kurban ke masyarakat Andoolo di Kelurahan Potoro (Jumat, 29 Mei 2026). 

Beliau menambahkan bahwa investasi terbaik yang bisa diberikan kampus saat ini adalah memfasilitasi mahasiswa dengan ekosistem belajar yang terhubung langsung dengan para praktisi ahli. Sinergi ini juga menjadi pembuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi riset kolaboratif antara dosen dan lembaga mitra.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa penjajakan dengan lembaga nasional ini dilakukan secara selektif guna memastikan efektivitas implementasi program di lapangan. Beliau menekankan pentingnya keselarasan kurikulum hilir dengan kebutuhan pasar agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan optimal. Melalui pemetaan yang matang, kampus optimis setiap program studi akan memiliki mitra strategis yang relevan.

“Kerja sama nasional ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk menghadirkan program sertifikasi yang kredibel bagi mahasiswa,” tegas Ismail Suardi Wekke dengan penuh optimisme. 

Melalui program ini, mahasiswa akan langsung berinteraksi dengan standardisasi kerja yang berlaku di level nasional. Pihak otoritas kampus memastikan seluruh fasilitas pendukung akan disiapkan demi kelancaran program.

Di akhir penjelasannya, Ismail Suardi Wekke kembali menggarisbawahi komitmen institusi dalam mengawal proses transformasi ini hingga mencapai hasil yang diharapkan. Beliau menuturkan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan bersama mitra nasional untuk mengukur penyerapan kompetensi oleh mahasiswa. Kampus juga mengundang keterlibatan aktif dari seluruh elemen dosen demi menyukseskan program penguatan ini.

“Dengan memperluas jejaring kelembagaan ke tingkat nasional, kami sedang membangun jembatan emas bagi masa depan karier alumni IAI Rawa Aopa,” pungkas Ismail Suardi Wekke menyudahi sesi wawancara. Implementasi kerja sama ini dijadwalkan akan mulai berjalan efektif pada semester mendatang. Seluruh jajaran civitas akademika menyambut baik langkah taktis ini sebagai momentum mempertahankan capaian mutu akademik kampus.

Pembelajaran di IAI Rawa Aopa Berjalan Lancar, Mahasiswa Antusias Ikuti Pembelajaran Modern

Konawe Selatan — Pelaksanaan perkuliahan sistem hybrid di Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar dan mendapat respon positif dari mahasiswa maupun tenaga pengajar. Sistem pembelajaran yang menggabungkan tatap muka langsung dan pembelajaran berani tersebut dinilai mampu memberikan kesejahteraan serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Sejak diterapkan pada semester berjalan, pihak kampus terus melakukan penyesuaian fasilitas dan metode pembelajaran agar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online maupun offline tetap memperoleh materi secara maksimal. Dosen juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung interaksi akademik selama proses perkuliahan berlangsung.
Suasana perkuliahan terlihat kondusif dengan partisipasi aktif siswa dalam setiap sesi pembelajaran. Selain mempermudah akses pendidikan, sistem hybrid juga dianggap mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di dunia pendidikan tinggi.

Salah satu Pengelola Kelas hybrid IAI Rawa Aopa, Suriyansya,S.Sos.I.,MH menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan akademik sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, kesiapan dosen, mahasiswa, serta dukungan sarana kampus menjadi faktor utama keberhasilan penerapan sistem tersebut.

“Kami bersyukur pelaksanaan kuliah hybrid dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif, modern, dan tetap menjaga kualitas pendidikan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar pelayanan akademik semakin maksimal,” ujar Suriyansya,S.Sos.I.,MH

Pihak kampus berharap sistem pembelajaran hybrid dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengikuti proses perkuliahan di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.

Pendataran di Kesbangpol (ISW)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Didaftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol Konawe Selatan

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan- Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) secara resmi mendaftarkan kepengurusan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkenalkan keberadaan Institut Agama Islam Rawa Aopa maupun organisasi HMJ-HTN kepada publik, masyarakat luas dan pemerintah daerah, meskipun secara aturan organisasi mahasiswa tidak diwajibkan untuk melakukan pendaftaran tersebut.

Organisasi kemahasiswaan pada dasarnya berada dalam naungan struktur dan statuta perguruan tinggi, dan secara administratif cukup memiliki Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus,yaitu Rektor/Dekan yang membidangi kemahasiswaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Selaku Ketua Umum, saya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak wajib mendaftarkan keberadaannya, termasuk HMJ-HTN. Namun demikian, akan lebih baik jika keberadaan pengurus HMJ-HTN diketahui oleh pemerintah daerah Konawe Selatan, sehingga eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara di bawah naungan Institut Agama Islam Rawa Aopa dapat diakui secara luas,” ujar Hendarwan.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara HMJ-HTN dengan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi hukum, penguatan demokrasi, dan partisipasi publik di Konawe Selatan.

Dengan terdaftarnya kepengurusan HMJ-HTN di Kesbangpol, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan, dengan terdaftarnya organisasi mahasiswa jurusan hukum tata negara di Kesbangpol merupakan sejarah baru sejak berdirinya kabupaten Konawe Selatan.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum HMJ-HTN. Yusdar menyampaikan bahwa, organisasi kemahasiswaan secara resmi sudah diketahui oleh pemerintah daerah kabupaten Konawe Selatan Melalui Kesbangpol tentang keberadaan organisasi kemahasiswaan. Sehingga peran mahasiswa dalam mendukung Program-program maupun kebijakan pemerintah daerah wajib diberi dukungan dan siap berkolaborasi, ujarnya

Untuk itu sebagai Sekretaris Umum, menegaskan kepada seluruh pengurus HMJ-HTN agar taat dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (Ad/Art) organisasi, tutupnya.

Sertifikasi (ISW)

Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Sertifikasi, Daftar Pilihan Sertifikasi Bagi Mahasiswa

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Di era pergaulan global yang ketat, ijazah perguruan tinggi saja tidak lagi cukup untuk menjamin kesuksesan karier mahasiswa. Oleh karena itu, sertifikasi hadir sebagai modal pendukung yang valid untuk membuktikan keahlian spesifik di bidang tertentu. Melalui pengakuan resmi ini, mahasiswa dapat menunjukkan kesiapan kerja mereka kepada industri dengan lebih meyakinkan.

Program sertifikasi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa yang memiliki sertifikat kompetensi cenderung lebih unggul dan siap menghadapi dinamika dunia kerja yang dinamis. Investasi waktu dan energi untuk meraih sertifikasi ini akan membuka peluang karier yang jauh lebih luas setelah lulus.

Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Sertifikasi

Sertifikasi profesi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan keahlian praktis mahasiswa di luar bangku kuliah. Melalui program ini, mahasiswa dapat membuktikan kompetensi mereka secara spesifik dan standar industri yang berlaku. Kepemilikan sertifikat resmi tentu akan memberikan nilai tambah yang besar saat mereka memasuki dunia kerja.

Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang siap pakai dan memiliki keterampilan yang tervalidasi. Sertifikasi membantu menjembatani kesenjangan antara teori akademis di kampus dan kebutuhan nyata di industri. Dengan modal tersebut, mahasiswa akan menjadi lebih percaya diri dan mampu bersaing secara global.

Daftar Pilihan Sertifikasi Bagi Mahasiswa

  • Sertifikasi Teknologi Informasi (IT)
    Mahasiswa jurusan komputer dapat mengambil sertifikasi internasional seperti Cisco CCNA, AWS Cloud, atau Google Analytics. Dokumen ini membuktikan keahlian teknis mereka dalam mengelola jaringan, data, maupun sistem awan. Perusahaan teknologi sangat memprioritaskan kandidat yang memiliki lisensi resmi ini.
  • Sertifikasi Bahasa Asing
    Sertifikasi seperti TOEFL, IELTS, atau JLPT sangat krusial untuk mengukur kemampuan komunikasi internasional mahasiswa. Skor yang tinggi membuka peluang besar untuk meraih beasiswa luar negeri maupun karier di perusahaan multinasional. Penguasaan bahasa yang tersertifikasi menjadi bukti nyata penunjang karier masa depan.
  • Sertifikasi Manajemen dan Keuangan
    Bagi mahasiswa bisnis, sertifikasi seperti Certified Public Accountant (CPA) atau Chartered Financial Analyst (CFA) sangat direkomendasikan. Lisensi ini menegaskan bahwa pemiliknya memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi dan analisis keuangan tingkat tinggi. Profesionalisme di bidang bisnis akan diakui secara luas lewat sertifikasi tersebut.