Prancis (ISW)

Akselerasi Kerja Sama Akademik Pasca Kunjungan Presiden, Indonesia-Prancis Siap Meggelar Forum Pendidikan Tinggi

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Jajaran pemangku kepentingan dan praktisi sektor pendidikan tinggi tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis dalam waktu dekat. Pertemuan strategis ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menindaklanjuti hasil kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Prancis beberapa waktu lalu. 

Forum berskala internasional tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi kesepakatan bilateral, khususnya dalam bidang penguatan mutu akademik, transformasi digital, serta perluasan program kemitraan riset antaruniversitas di kedua negara. Demikian disampaikan pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan melalui Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke di Kendari (Sabtu, 6 Juni 2026).

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi di tanah air menyambut baik akselerasi kerja sama ini dan menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam penguatan jejaring global tersebut. Momentum ini dinilai sangat tepat untuk membuka peluang yang lebih luas bagi institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di daerah. Hubungan bilateral yang semakin erat di tingkat kepala negara harus segera diterjemahkan ke dalam program kerja nyata di sektor pendidikan guna meningkatkan daya saing lulusan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kunjungan luar negeri Presiden RI telah membuka jalan yang sangat strategis bagi akselerasi internasionalisasi seluruh kampus di Indonesia. 

Keterlibatan aktif dalam forum ini akan menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi untuk mengadopsi standar mutu global. Beliau memandang kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi di Prancis dapat menjadi katalisator penting bagi lompatan kualitas akademik nasional.

“Kunjungan Presiden RI ke Prancis tidak boleh berhenti sebagai agenda diplomasi formal semata, melainkan harus segera diwujudkan dalam kolaborasi nyata antarkampus,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pandangannya mengenai urgensi forum strategis tersebut.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa tantangan utama perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mentransformasikan tata kelola institusi agar mampu beradaptasi dengan ekosistem pendidikan global yang bergerak sangat dinamis. Melalui platform bilateral ini, proses transfer pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat berjalan lebih intensif dan mencakup wilayah yang lebih luas. 

Pihaknya meyakini bahwa sinergi internasional seperti ini akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia di daerah.

“Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis ini merupakan momentum emas bagi kita semua untuk menyusun peta jalan riset bersama yang berdampak langsung pada masyarakat global,” kata Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya luaran konkret dari pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa institusi di daerah seperti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen penuh untuk ikut serta mengambil peran dalam memperkuat pilar-pilar kemitraan strategis ini. Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang untuk mengakses jejaring dan peluang kolaborasi di tingkat internasional. Oleh karena itu, persiapan internal institusi terus digenjot agar dapat memanfaatkan hasil kesepakatan forum secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami di IAI Rawa Aopa siap mengintegrasikan hasil-hasil kesepakatan dari forum internasional ini ke dalam kebijakan perencanaan dan pengembangan kampus ke depan,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup pernyataannya.

Agenda Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis ini nantinya akan memfasilitasi berbagai sesi pertemuan intensif, mulai dari diskusi panel tingkat tinggi hingga penandatanganan kesepakatan kemitraan antarkampus. 

Beberapa fokus utama yang akan dibahas meliputi program pertukaran mahasiswa, beasiswa riset bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis inovasi digital. Sinergi ini diharapkan dapat segera berjalan efektif guna mendukung visi besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui sektor pendidikan tinggi yang unggul.