FOTO KULIAH

Dari Ruang Kelas Menuju Peradaban: Potret Perkuliahan IAI Rawa Aopa.

mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id;- Perkuliahan di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa hari ini kembali berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Di setiap ruang kelas, proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dinamis melalui penyampaian materi, diskusi, hingga tanya jawab yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi mahasiswa, ruang kelas bukan sekadar tempat untuk memperoleh nilai akademik. Lebih dari itu, ruang kelas merupakan laboratorium pemikiran yang membentuk karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai keilmuan dan moralitas yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap perkuliahan yang diikuti merupakan bagian dari proses panjang untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa, negara, dan umat.

BACA JUGA: Menengok Dapur Perguruan Tinggi: Penjelasan Terkait Akreditasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Sebagai institusi pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa terus berkomitmen menghadirkan suasana akademik yang produktif dan berkualitas. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan intelektual dan pembentukan karakter, kampus ini berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.

BACA JUGA: Mahasiswa Hukum Tata Negara: Penjaga Konstitusi Dan Pilar Demokrasi

Potret perkuliahan hari ini menjadi gambaran bahwa peradaban besar selalu lahir dari tradisi keilmuan yang kuat. Dari ruang-ruang kelas yang sederhana, lahir gagasan, pemikiran, dan cita-cita yang kelak akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Sebab, setiap langkah yang dimulai dari bangku kuliah adalah bagian dari perjalanan menuju peradaban yang lebih maju, berkeadaban, dan bermartabat.

“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari tempat yang megah. Terkadang, ia lahir dari ruang kelas, melalui buku yang dibaca, ilmu yang dipelajari, dan semangat belajar yang terus dijaga.”

Prancis (ISW)

Akselerasi Kerja Sama Akademik Pasca Kunjungan Presiden, Indonesia-Prancis Siap Meggelar Forum Pendidikan Tinggi

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Jajaran pemangku kepentingan dan praktisi sektor pendidikan tinggi tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis dalam waktu dekat. Pertemuan strategis ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menindaklanjuti hasil kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Prancis beberapa waktu lalu. 

Forum berskala internasional tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi kesepakatan bilateral, khususnya dalam bidang penguatan mutu akademik, transformasi digital, serta perluasan program kemitraan riset antaruniversitas di kedua negara. Demikian disampaikan pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan melalui Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke di Kendari (Sabtu, 6 Juni 2026).

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi di tanah air menyambut baik akselerasi kerja sama ini dan menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam penguatan jejaring global tersebut. Momentum ini dinilai sangat tepat untuk membuka peluang yang lebih luas bagi institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di daerah. Hubungan bilateral yang semakin erat di tingkat kepala negara harus segera diterjemahkan ke dalam program kerja nyata di sektor pendidikan guna meningkatkan daya saing lulusan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kunjungan luar negeri Presiden RI telah membuka jalan yang sangat strategis bagi akselerasi internasionalisasi seluruh kampus di Indonesia. 

Keterlibatan aktif dalam forum ini akan menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi untuk mengadopsi standar mutu global. Beliau memandang kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi di Prancis dapat menjadi katalisator penting bagi lompatan kualitas akademik nasional.

“Kunjungan Presiden RI ke Prancis tidak boleh berhenti sebagai agenda diplomasi formal semata, melainkan harus segera diwujudkan dalam kolaborasi nyata antarkampus,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pandangannya mengenai urgensi forum strategis tersebut.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa tantangan utama perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mentransformasikan tata kelola institusi agar mampu beradaptasi dengan ekosistem pendidikan global yang bergerak sangat dinamis. Melalui platform bilateral ini, proses transfer pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat berjalan lebih intensif dan mencakup wilayah yang lebih luas. 

Pihaknya meyakini bahwa sinergi internasional seperti ini akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia di daerah.

“Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis ini merupakan momentum emas bagi kita semua untuk menyusun peta jalan riset bersama yang berdampak langsung pada masyarakat global,” kata Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya luaran konkret dari pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa institusi di daerah seperti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen penuh untuk ikut serta mengambil peran dalam memperkuat pilar-pilar kemitraan strategis ini. Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang untuk mengakses jejaring dan peluang kolaborasi di tingkat internasional. Oleh karena itu, persiapan internal institusi terus digenjot agar dapat memanfaatkan hasil kesepakatan forum secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami di IAI Rawa Aopa siap mengintegrasikan hasil-hasil kesepakatan dari forum internasional ini ke dalam kebijakan perencanaan dan pengembangan kampus ke depan,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup pernyataannya.

Agenda Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis ini nantinya akan memfasilitasi berbagai sesi pertemuan intensif, mulai dari diskusi panel tingkat tinggi hingga penandatanganan kesepakatan kemitraan antarkampus. 

Beberapa fokus utama yang akan dibahas meliputi program pertukaran mahasiswa, beasiswa riset bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis inovasi digital. Sinergi ini diharapkan dapat segera berjalan efektif guna mendukung visi besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui sektor pendidikan tinggi yang unggul.

oplus_33

Mahasiswa IAI Rawa Aopa Apresiasi Langka Strategis Bupati Irham Kalenggo, dalam Mewujudkan Pembangunan Merata

Konsel-Sebagai orang nomor satu Konawe Selatan, Bupati Irham Kalenggo terus melakukan inovasi dan menunjukan komitmennya guna mensejahterahkan masyarakat Konsel baik dari sektor pembangunan maupun dari sektor pertanian,perkebunan. Salah satu langkah konkret yang dinilai inovatif adalah pelaksanaan kaji banding ke Kediri,Jawa Timur, yang berfokus pada perkembangan penanaman buah alpukat dalam pot (tabulampot). Tentuh program ini memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan,pemberdayaan masyarakat, serta optimalisasi pemanfaatan lahan terbatas, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memberikan apresiasi atas langkah strategis yang diambil oleh Bupati Konawe Selatan dalam upaya mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayahnya.

Demikian disampaikan salah satu Mahasiswa IAI Rawa Aopa Yusdar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN). Bahwa inisiatif Bupati Irham Kalenggo mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dan visioner, dengan mengadopsi praktik-praktik baik dari daerah lain untuk diterapakan sesuai dengan kondisi lokal, Jumat (05/06/2026).

“Langkah kaji banding ini menunjukan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mencari solusi inovatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penanaman alpukat dalam pot bukan hanya bernilai ekonomis,tetapi juga mendukung aspek ekologis dan estetika linkungan,” ujarnya.

Yusdar menilai bahwa program ini dapat menjadi bagian dari langkah strategi pembangunan daerah berbasis komunitas, dimana masyarakat dapat dilibatkan secara aktif dalam proses produksi dan pemeliharaan tanaman,sehingga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut,bang yus akrap disafa mendorong dan memberikan suport agar hasil kaji banding tersebut dapat segera diimplementasikan melalui program-program terencana, jika perluh Pemkab Konsel mempasilitasi melalui pelatihan teknis bagi masyarakat mulai dari penyedian bibit unggul serta dukungan infrastruktur pendukung lainnya.

Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, tentuh diharapkan pembanguna di Konawe Selatan dapat berlangsung lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

untuk itu Institut Agama Islam Rawa Aopa merupakan organisasi yang berkomitmen dan mendukung pembangunan daerah berkelanjutan, berwawasan lingkungan yang berorientasi pada kemaslahatan maupun kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.

Laporan:MC IAI-RA

 

Prancis (ISW)

Usai Kunjungan Presiden RI ke Prancis, Saatnya Menginisiasi Indonesia-France Forum on Higher Education

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Momentum diplomatik pasca-kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Prancis dinilai menjadi saat yang paling tepat untuk memperluas cakupan kerja sama strategis. Sektor pendidikan tinggi dipandang sebagai pilar krusial yang harus segera merespons kedekatan hubungan kedua negara ini.

Langkah konkret yang mendesak untuk diwujudkan adalah pengarsitekan sebuah wadah kolaboratif yang mempertemukan institusi akademis dari kedua belah pihak. Bagi mahasiswa Indonesia, Prancis dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pengalaman di tingkat global. “Kalaupun belum bisa sampai pada jenjang pendidikan dengan gelar, maka kursus singkat atau juga kegiatan daring menjadi langkah awal,” tutur Ismail.

Gagasan mengenai pembentukan forum ini mulai disuarakan secara lantang oleh berbagai kalangan akademisi di tanah air. Salah satu dorongan datang dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang melihat peluang besar dalam pengembangan riset dan tata kelola perguruan tinggi. 

Kolaborasi global ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan mampu menyentuh akar transformasi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa diplomasi politik tingkat tinggi yang telah dilakukan oleh kepala negara harus segera ditindaklanjuti dengan diplomasi akademik yang tak kalah agresif. 

Kunjungan kepresidenan tersebut telah membuka pintu gerbang yang sangat lebar bagi penguatan kemitraan strategis. Oleh karena itu, komunitas akademik di Indonesia tidak boleh kehilangan momentum emas ini untuk mulai merintis jaringan yang lebih kokoh.

“Kunjungan Presiden RI ke Prancis harus menjadi batu pijakan utama bagi institusi pendidikan tinggi di tanah air untuk melompat lebih jauh ke panggung internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pandangannya mengenai dampak sosiopolitik dari lawatan internasional tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menyarankan agar kerja sama yang terbangun nantinya tidak hanya berpusat pada universitas-universitas besar yang terletak di Pulau Jawa semata. Ia menekankan pentingnya distribusi peluang yang merata bagi seluruh perguruan tinggi di berbagai daerah, termasuk di kawasan Indonesia Timur. Peta jalan pendidikan nasional harus mampu mengakomodasi pertumbuhan kualitas institusi secara kolektif dan komprehensif.

“Saatnya kita menginisiasi Indonesia-France Forum on Higher Education sebagai wadah untuk merumuskan agenda riset bersama, pertukaran dosen, hingga program gelar ganda yang melibatkan berbagai kampus dari kedua negara,” kata Ismail menanggapi pertemuan bilateral kedua negara (Sabtu, 30 Mei 2026).

Dalam penjelasannya, Ismail juga menguraikan bahwa model tata kelola pendidikan tinggi di Prancis yang sudah maju dapat menjadi referensi berharga bagi proses akreditasi dan standardisasi mutu di Indonesia. Internasionalisasi kampus-kampus lokal di daerah akan berjalan lebih cepat apabila didukung oleh kemitraan luar negeri yang terstruktur dengan baik. Melalui forum ini, proses transfer pengetahuan dan adopsi ekosistem digital dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terukur.

“Kita memerlukan sebuah struktur kolaborasi yang dinamis agar inovasi sains dari Prancis dapat diadopsi dan diimplementasikan secara kontekstual di wilayah-wilayah berkembang di Indonesia,” tegas Ismail menutup pernyataan langsungnya.

Terkait dengan mekanisme operasional ke depan, Ismail menyampaikan pandangannya bahwa forum bersama ini nantinya harus didukung penuh oleh kementerian terkait agar memiliki daya dukung dan dampak di tingkat nasional. Ia menilai kehadiran pemerintah sebagai fasilitator utama akan memberikan jaminan keberlanjutan bagi program-program akademik jangka panjang yang telah dirancang. 

Tanpa adanya komitmen regulasi yang jelas, inisiatif mulia ini dikhawatirkan hanya akan berhenti di atas kertas kesepahaman tanpa realisasi yang nyata. Ismail juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif dari institusi keagamaan dan perguruan tinggi swasta dalam forum tersebut akan memberikan warna baru dalam diskursus pemikiran global. 

Keberagaman latar belakang institusi dari Indonesia justru menjadi modal sosial yang kaya untuk dipadukan dengan tradisi riset sekuler yang kuat di Prancis. Perpaduan ini diyakini mampu melahirkan pendekatan-pendekatan interdisipliner baru dalam memecahkan masalah-masalah kemanusiaan sejagat, seperti perubahan iklim dan literasi keuangan inklusif.

Pada akhir keterangannya, Ismail optimis bahwa Indonesia-France Forum on Higher Education akan menjadi jembatan emas bagi percepatan kualitas dosen dan peneliti di lingkungan kampus lokal. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa maupun riset kolaboratif akan berdampak langsung pada penguatan daya saing bangsa di era global. Momentum pasca-kunjungan kepresidenan ini pun diharapkan segera bermutasi menjadi gerakan akademis yang konkret dalam beberapa bulan ke depan.

Sertifikasi (ISW)

Fokus Pada Peningkatan Kompetensi Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Rintis Kerjasama Dengan Lembaga Nasional

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Akselerasi mutu akademik dan non-akademik kini menjadi agenda prioritas yang tengah digenjot oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Perintisan kerja sama dengan lembaga nasional ini dirancang untuk membuka akses magang, sertifikasi profesi, serta pelatihan intensif bagi seluruh civitas akademika. Melalui program kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori di ruang kelas tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis yang matang sebelum memasuki dunia kerja.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja modern menuntut perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Pihak manajemen kampus menyadari bahwa ijazah saja tidak lagi cukup tanpa didampingi oleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Oleh karena itu, skema kemitraan ini disusun secara komprehensif agar langsung menyentuh kebutuhan mendasar mahasiswa di era digital.

Dalam penjelasannya mengenai arah kebijakan kampus, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan kelembagaan jangka panjang. Beliau menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan riil industri modern saat ini. Upaya ini juga diharapkan dapat menaikkan nilai akreditasi institusi melalui penguatan poin kemitraan strategis.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa kompetensi mahasiswa adalah kunci utama agar alumni kami mampu bersaing secara global di masa depan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyampaikan ke media usai memantau pelaksanaan bakti sosial dengan penyerahan hewan kurban ke masyarakat Andoolo di Kelurahan Potoro (Jumat, 29 Mei 2026). 

Beliau menambahkan bahwa investasi terbaik yang bisa diberikan kampus saat ini adalah memfasilitasi mahasiswa dengan ekosistem belajar yang terhubung langsung dengan para praktisi ahli. Sinergi ini juga menjadi pembuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi riset kolaboratif antara dosen dan lembaga mitra.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa penjajakan dengan lembaga nasional ini dilakukan secara selektif guna memastikan efektivitas implementasi program di lapangan. Beliau menekankan pentingnya keselarasan kurikulum hilir dengan kebutuhan pasar agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan optimal. Melalui pemetaan yang matang, kampus optimis setiap program studi akan memiliki mitra strategis yang relevan.

“Kerja sama nasional ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk menghadirkan program sertifikasi yang kredibel bagi mahasiswa,” tegas Ismail Suardi Wekke dengan penuh optimisme. 

Melalui program ini, mahasiswa akan langsung berinteraksi dengan standardisasi kerja yang berlaku di level nasional. Pihak otoritas kampus memastikan seluruh fasilitas pendukung akan disiapkan demi kelancaran program.

Di akhir penjelasannya, Ismail Suardi Wekke kembali menggarisbawahi komitmen institusi dalam mengawal proses transformasi ini hingga mencapai hasil yang diharapkan. Beliau menuturkan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan bersama mitra nasional untuk mengukur penyerapan kompetensi oleh mahasiswa. Kampus juga mengundang keterlibatan aktif dari seluruh elemen dosen demi menyukseskan program penguatan ini.

“Dengan memperluas jejaring kelembagaan ke tingkat nasional, kami sedang membangun jembatan emas bagi masa depan karier alumni IAI Rawa Aopa,” pungkas Ismail Suardi Wekke menyudahi sesi wawancara. Implementasi kerja sama ini dijadwalkan akan mulai berjalan efektif pada semester mendatang. Seluruh jajaran civitas akademika menyambut baik langkah taktis ini sebagai momentum mempertahankan capaian mutu akademik kampus.

Pembelajaran di IAI Rawa Aopa Berjalan Lancar, Mahasiswa Antusias Ikuti Pembelajaran Modern

Konawe Selatan — Pelaksanaan perkuliahan sistem hybrid di Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar dan mendapat respon positif dari mahasiswa maupun tenaga pengajar. Sistem pembelajaran yang menggabungkan tatap muka langsung dan pembelajaran berani tersebut dinilai mampu memberikan kesejahteraan serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Sejak diterapkan pada semester berjalan, pihak kampus terus melakukan penyesuaian fasilitas dan metode pembelajaran agar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online maupun offline tetap memperoleh materi secara maksimal. Dosen juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung interaksi akademik selama proses perkuliahan berlangsung.
Suasana perkuliahan terlihat kondusif dengan partisipasi aktif siswa dalam setiap sesi pembelajaran. Selain mempermudah akses pendidikan, sistem hybrid juga dianggap mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di dunia pendidikan tinggi.

Salah satu Pengelola Kelas hybrid IAI Rawa Aopa, Suriyansya,S.Sos.I.,MH menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan akademik sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, kesiapan dosen, mahasiswa, serta dukungan sarana kampus menjadi faktor utama keberhasilan penerapan sistem tersebut.

“Kami bersyukur pelaksanaan kuliah hybrid dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif, modern, dan tetap menjaga kualitas pendidikan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar pelayanan akademik semakin maksimal,” ujar Suriyansya,S.Sos.I.,MH

Pihak kampus berharap sistem pembelajaran hybrid dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengikuti proses perkuliahan di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.

Posbakumadin Konawe Selatan Apresiasi Perkembangan IAI Rawa Aopa

Konawe Selatan-Ketua Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Konawe Selatan, Adv. Muharno, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Institusi Agama Islam (IAI) Rawa Aopa yang dinilai semakin maju dan berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Muharno saat ditemui oleh media di sekretariat Posbakumadin yang berlokasi di Kelurahan Ambalodangge, Kecamatan Laeya, pada Kamis (28/05/26).

Dalam keterangannya, ia menilai bahwa kemajuan IAI Rawa Aopa terlihat dari meningkatnya jumlah Mahasiswa/i serta peran aktif institusi dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Konawe Selatan sangat signifikan.

“Dengan melihat perkembangan IAI Rawa Aopa yang semakin pesat, khususnya dalam menghadirkan Mahasiswa dan mahasiswi sebagai generasi penerus bangsa, tentu hal ini patut mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ujar Muharno.

Lebih lanjut, ia juga memberikan dorongan kepada pihak kampus untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, termasuk dengan memperluas program studi, khususnya di bidang hukum pidana dan perdata.

Menurutnya, langkah tersebut sangat relevan dengan kondisi Konawe Selatan yang memiliki kompleksitas permasalahan hukum, terutama terkait konflik agraria yang kerap terjadi di masyarakat.

“Sehingga perlu adanya penguatan kapasitas keilmuan di bidang hukum, baik pidana maupun perdata, mengingat daerah kita memiliki dinamika permasalahan yang cukup kompleks, khususnya dalam konflik agraria. Ini menjadi peluang sekaligus kebutuhan bagi institusi pendidikan seperti IAI Rawa Aopa,” tambahnya.

Walaupun saat ini IAI Rawa Aopa sudah ada program studi jurusan Hukum Tata Negara (HTN).

Muharno berharap ke depan sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan institusi hukum dapat terus terjalin guna menciptakan masyarakat yang sadar hukum serta mampu menyelesaikan persoalan secara adil dan bijaksana.

Oplus_1024

Laporan:Red

Pendataran di Kesbangpol (ISW)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Didaftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol Konawe Selatan

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan- Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) secara resmi mendaftarkan kepengurusan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkenalkan keberadaan Institut Agama Islam Rawa Aopa maupun organisasi HMJ-HTN kepada publik, masyarakat luas dan pemerintah daerah, meskipun secara aturan organisasi mahasiswa tidak diwajibkan untuk melakukan pendaftaran tersebut.

Organisasi kemahasiswaan pada dasarnya berada dalam naungan struktur dan statuta perguruan tinggi, dan secara administratif cukup memiliki Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus,yaitu Rektor/Dekan yang membidangi kemahasiswaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Selaku Ketua Umum, saya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak wajib mendaftarkan keberadaannya, termasuk HMJ-HTN. Namun demikian, akan lebih baik jika keberadaan pengurus HMJ-HTN diketahui oleh pemerintah daerah Konawe Selatan, sehingga eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara di bawah naungan Institut Agama Islam Rawa Aopa dapat diakui secara luas,” ujar Hendarwan.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara HMJ-HTN dengan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi hukum, penguatan demokrasi, dan partisipasi publik di Konawe Selatan.

Dengan terdaftarnya kepengurusan HMJ-HTN di Kesbangpol, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan, dengan terdaftarnya organisasi mahasiswa jurusan hukum tata negara di Kesbangpol merupakan sejarah baru sejak berdirinya kabupaten Konawe Selatan.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum HMJ-HTN. Yusdar menyampaikan bahwa, organisasi kemahasiswaan secara resmi sudah diketahui oleh pemerintah daerah kabupaten Konawe Selatan Melalui Kesbangpol tentang keberadaan organisasi kemahasiswaan. Sehingga peran mahasiswa dalam mendukung Program-program maupun kebijakan pemerintah daerah wajib diberi dukungan dan siap berkolaborasi, ujarnya

Untuk itu sebagai Sekretaris Umum, menegaskan kepada seluruh pengurus HMJ-HTN agar taat dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (Ad/Art) organisasi, tutupnya.

(post) Gemini_Generated_Image_xncyysxncyysxncy

Bersiap untuk Symposium Bersama, IAI Rawa Aopa dan SATU University Laksanakan Koordinasi

Mahasiswa.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mematangkan persiapan menjelang perhelatan simposium bersama berskala internasional. Sebagai langkah konkret untuk memantapkan agenda strategis tersebut, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar rapat koordinasi intensif bersama pihak SATU University guna menyelaraskan visi dan teknis pelaksanaan kegiatan (Sabtu, 23 Mei 2026).

Pertemuan koordinasi ini menjadi momentum krusial bagi kedua institusi dalam membangun sinergi akademik yang kuat. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai poin penting, mulai dari kluster keilmuan yang akan diangkat, kesiapan infrastruktur digital, hingga skema pengelolaan kolaborasi agar simposium dapat berjalan dengan standar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar koordinasi teknis biasa, melainkan peletakan batu pertama bagi transformasi tata kelola institusi. Menurutnya, kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan global.

“Simposium bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat kontribusi nyata institusi dalam dunia pendidikan tinggi,” ujar Ismail saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan koordinasi.

Ismail juga menjelaskan bahwa pengelolaan manajemen dalam penyelenggaraan simposium ini akan mengedepankan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas substansi. Ia menambahkan bahwa institusi berkomitmen menerapkan model tata kelola yang tangkas, di mana koordinasi teknis didorong secara terpusat agar berjalan rapi, sementara ruang kreativitas akademik diberikan seluas-luasnya kepada para dosen dan peneliti.

“Kami ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung, terutama ekosistem berbasis digital dan sistem manajemen pengetahuan, siap memfasilitasi diseminasi riset secara global,” kata Ismail memaparkan kesiapan teknis timnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar forum ilmiah ini dapat melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat luas, bukan sekadar menjadi menara gading. Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset, di mana hasil pemikiran dari simposium ini nantinya dapat diadaptasi untuk memecahkan berbagai tantangan riil di sektor sosial dan tata kelola wilayah.

“Melalui platform ini, kita tidak hanya berbagi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga berkomitmen menghasilkan rekomendasi kebijakan dan inovasi nyata yang relevan bagi kebutuhan publik saat ini,” tegas Ismail mengakhiri pernyataannya.

Melalui koordinasi yang solid ini, IAI Rawa Aopa dan SATU University optimistis bahwa simposium yang akan datang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menjadi katalisator bagi peningkatan mutu riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.